Pelanggaran Tinggi. Satlantas Polres Agam Terbitkan 619 Tilang

Lubuk Basung, KABA12.com — Selama 14 hari digelarnya Operasi Patuh Singgalang 2018 dari 26 April hingga 9 Mei, Satlantas Polres Agam telah mengeluarkan surat bukti pelanggaran (tilang) sebanyak 619 lembar. Pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh tersebut didominasi pengendara dibawah umur.

“Dari 619 lembar tilang yang kita keluarkan, sebanyak 371 atau sebesar 60 persen lembar tilang kita keluarkan untuk pengendara dibawah umur. Pelanggaran lainnya yakni, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI kita tilang sebanyak 185 lembar atau sebesar 30 persen, sedangkan 10 persen atau sebanyak 63 lembar tilang dikeluarkan untuk pengendara yang tidak memiliki surat- surat,”kata Kasat Lantas Polres Agam, AKP Syafrizal Nanin kepada kaba12.com, Jum’at (11/05).

Kasat Lantas Polres Agam, AKP Syafrizal Nanin mengatakan, selain mengeluarkan tilang bagi para pelanggar lalu lintas, Satlantas Polres Agam juga mengamankan sebanyak 30 unit kendaraan yang tidak memiliki surat- surat kendaraan, memakai knalpot racing, dan lainnya.

“Kendaraan tersebut akan diserahkan apabila telah menyelesaikan sidang di Pengadilan Negeri Lubuk Basung, dan juga dapat melengkapi kelengkapan kendaraan tersebut. Apabila kendaraan sudah standar, maka baru akan kita serahkan ke pemiliknya,”ujarnya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2018 di wilayah hukum Polres Agam telah terjadi kecelakaan lalu lintas sebanyak dua kali yang mana satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.

“Jika dibandingakan dengan tahun kemarin, ada penurunan angka kecelakaan lalu lintas. pada Operasi Patuh Singgalang 2017 kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak empat kali,1 orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka ringan. Inilah tujuan operasi, agar dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas,”katanya.

Dengan tingginya pelanggar dibawah umur, mantan Kasat Lantas Polres Sijunjung itu, menghimbau para orang tua untuk melarang anak- anaknya yang masih dibawah umur untuk mengendarai sepeda motor, karena itu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan dirinya dan juga pengguna jalan lainnya.

“Setelah operasi patuh ini, kita akan tetap melakukan operasi rutin dalam menertibkan para pelanggar. Selain itu, kita juga akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para pelajar, bahwa pentingnya keselamatan dalam berkendara. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan demi Kemanusiaan,”tegasnya.
(Ardi)

0Shares