Tiku, kaba12.com — Pasca dihondoh banjir besar bulan lalu, saluran irigasi Anak Aia Kerinci di jorong Cacang Randah, nagari Tiku Utara kecamatan Tanjung Mutiara butuh perhatian khusus. Saluran irigasi yang hancur dihantam longsor itu, merupakan saluran irigasi utama yang mengaliri setidaknya 300 hektar lahan persawahan penduduk, yang kini terancam kering karena tidak ada aliran air.
Masyarakat bersama aparat kecamatan Tanjung Mutiara berharap, ada penanganan khusus dari Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar, karena untuk penanganan kawasan irigasi itu, butuh dana yang cukup besar, sementara dana penanganan dari nagari maupun sumber dana lain, sangat minim. Disisi lain, kebutuhan masyarakat akan saluran irigasi yang memadai justru sangat mendesak.
Kondisi itu diamini Weri Ikhwan, Kasi.PMN kecamatan Tanjung Mutiara yang mengaku prihatin dengan dampak pasca banjir besar yang melanda wilayah jorong Cacang Randah, khususnya di Bukik Malintang tersebut. Di wilayah itu, tidak hanya saluran irigasi yang ambruk, tapi juga ruas jalan ikut rusak parah diterjang banjir besar, sehingga dibutuhkan penanganan ekstra.
Untuk langkah awal, khususnya dalam penanganan darurat, jelas Weri Ikhwan, pihaknya bersama masyarakat sudah melakukan langkah-langkah di lapangan, namun perbaikan darurat yang dilakukan masih sangat terbatas, sehingga harapan masyarakat agar areal persawahan mereka bisa kembali teraliri belum bisa terjawab.
Pihak kecamatan, ulas Weri Ikhwan sudah melaporkan kondisi itu pada Pemkab Agam melalui BPBD Agam, dengan harapan saluran irigasi yang hancur akibat terjangan banjir itu bisa teratasi dengan baik ,” kami berharap, ada penanganan khusus dalam waktu dekat, karena jika tidak ditangani sawah penduduk terancam tidak bisa digarap lagi, “ ulas Weri Ikhwan.- HARMEN
