Tanjung Sani, KABA12 — Sebanyak 6 unit alat berat dikerahkan ke lokasi bencana longsor di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam untuk membuka akses jalan lingkar Danau Maninjau yang masih tertutup material longsor.
Kalaksa BPBD Agam Bambang Warsito menyebutkan, keenam alat tersebut jenis excavator dan loader milik Pemprov Sumbar, BWS Sumatera V, Bala Jalan Provinsi, dan Pemkab Agam yang diterjunkan ke beberapa titik lokasi untuk mengevakuasi material longsor yang menutup jalan di Nagari Tanjung Sani.

“Saat ini ada 6 alat berat yang bekerja di beberapa titik untuk membuka akses jalan yang masih tertutup material longsor,” kata Bambang Warsito kepada wartawan, Selasa (18/7).
Ia mengatakan, alat berat tersebut saat ini melakukan proses pembersihan material longsor yang menimbun jalan di Jorong Galapuang dan Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani.
“Pembersihan longsor saat ini difokuskan pada ruas jalan lingkar Danau Maninjau yang tertimbun material. Setelah itu baru dilanjutkan membersihkan rumah-rumah warga yang terkena longsor,” ujarnya.
Mantan kepala UPT BNPB Regional Sumatera itu menambahkan, dari hasil pemantauan dilapangan, saat ini tinggal 3 wilayah jorong terdampak longsor di Tanjung Sani yang belum dibersihkan.

“Kita upayakan Rabu (19/7) besok akses jalan lingkar Danau Maninjau sudah bisa dilalui kendaraan. Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam proses pembersihan material longsor,” jelasnya.
Pihaknya mencatat, sebanyak 37 titik longsor terjadi di Kecamatan Tanjung Raya akibat curah hujan tinggi yang melanda pada Kamis (13/7) malam. Bencana itu menyebabkan 600 jiwa dari 160 KK terdampak, dan kerusakan rumah sebanyak 160 unit.
Bencana longsor terparah terjadi di Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani yang mengakibatkan 2 orang warga setempat meninggal dunia, beberapa rumah warga dan SMP 4 Tanjung Raya mengalami rusak berat.
(Bryan)
