Malalak, kaba12.com — Pasca longsor tiga hari lalu, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Campago-Hulu Banda di kecamatan Malalak, Rabu, (20/4) malam baru bisa kembali normal.
Proses pembersihan menggunakan alat berat DPUTR Agam, yang sebelumnya mengalami kerusakan, sehingga proses pembersihan material longsor yang memutuskan akses jalan itu terkendala, dan baru bisa dikerjakan Rabu malam.

Bahkan, proses pembersihan material longsor di wilayah Salimpauang yang dilanda longsor sejak 3 bulan lalu, baru bisa dibersihkan Rabu tadi malam, usai proses pembersihan jalur jalan Campago-Hulu Banda yang terputus akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat Minggu lalu.
Hal itu dibenarkan Rahmat Fajri, camat Malalak didampingi staf kantor camat Jerman Jendra menjawab kaba12.com Kamis,(2/4) dini hari.
Dijelaskan, musibah longsor di jalur jalan kabupaten ruas Campago-Hulu Banda sejak Senin kemarin, baru sepenuhnya bisa dibersihkan, setelah alat berat yang digunakan bisa beroperasi dengan baik.

Keterlambatan proses pembersihan material longsor yang memutuskan akses jalan itu, baru bisa dilakukan Rabu, setelah sejak Senin kemarin pasca longsor, alat berat yang disiapkan rusak di Maninjau. Bahkan, saat sampai di Malalak, pentil badan alber juga bocor akibat tersenggol kayu di bekas longsor tanah, dan baru bisa diperbaiki Rabu siang.
“ Alhamdulillah, pembersihan material longsor bisa diselesaikan Rabu malam, bahkan ruas jalan di Salimpauan yang sejak 3 bulan lalu longsor, juga langsung dibersihkan. Kami berterimakasih pada jajaran DPUTR Agam yang membantu penanganan pasca longsor di wilayah kami, “ ungkap Rahmat Fajri.
Sementara di wilayah kecamatan Malalak sendiri, ancaman longsor tinggi, menyusul itensitas curah hujan yang beberapa waktu belakangan makin tinggi, terutama malam hari, “ kami terus memantau kondisi lapangan, dan diharapkan tidak ada ancaman longsor yang terjadi di wilayah Malalak, “ ungkap Camat Malalak itu lagi.
HARMEN