Pasaman, kaba12.com — Lebih dari 90 persen rumah di Jorong Bungo Tanjung, Nagari Malampah, kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman hancur diguncang gempa Jumat,(25/2) kemarin. Mayoritas ambruk dan belah akibat kuatnya guncangan gempa yang berpusat di daerah Talamau, kabupaten Pasaman Barat.
Saat ini, proses evakuasi berbagai material milik warga, yang rumahnya hancur masih terus dilakukan oleh tim gabungan penanganan pasca bencana, termasuk tim Damkar Agam yang bertahan sejak Jumat kemarin di lokasi tersebut.
Informasi yang diperoleh kaba12.com dari Alek Youhendri, Danru Damkar Agam yang fokus menangani proses evakuasi di Jorong Bungo Tanjung, Malampah, Sabtu,(26/2), kondisi memilukan terlihat kentara saat tim nya masuk ke kawasan itu.
Mayoritas bangunan, baik rumah, sarana pendidikan, jembatan dan sarana lain mayoritas rata dengan tanah akibat kekuatan gempa yang dahsyat. Bahkan, seluruh warga yang tinggal di jorong itu, terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang disiapkan tim penyelamat.

“ Saat ini, kami fokus untuk evakuasi berbagai peralatan dan kendaraan yang terjebak dalam puing-puing rumah yang ambruk, termasuk mencari kemungkinan adanya korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan itu, “ ungkap Alek Youhendri didampingi Yudi, tim pusat data Damkar Agam.
Danru Damkar Posko Sungai Tanang itu, mengaku menggigil menahan haru menyaksikan kondisi di wilayah jorong itu, karena dampak gempa yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan, “ kami berupaya melakukan apa yang bisa untuk membantu warga disini, mohon diinformasikan pada masyarakat, warga disini butuh bantuan makanan, tenda, selimut dan air bersih, “ ungkap personil Damkar Agam, yang juga ketua Kelompok Kemanusiaan Tilatangkamang (KKT) itu.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, wilayah jorong Bungo Tanjung, Nagari Malampah, merupakan salah satu kawasan terparah dampak guncangan gempa Jumat kemarin, mayoritas penduduk sudah mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena dikuatirkan di wilayah itu, akibat adanya sungai yang tertimbun longsor akan memicu banjir bandang, apalagi saat ini, kondisi cuaca masih kerap turun hujan lebat.
HARMEN
