Lubukbasung,kaba12 — Panitia Khusus ( Pansus ) Kebencanaan yang dibentuk DPRD Agam terus bergerak, menelusuri berbagai hal menyusul upaya yang sudah dilakukan unsur terkait di Pemkab.Agam dalam penanganan pasca bencana banjir bandang lahan hujan Marapi, Sabtu, 11 Mei 2024 lalu.
Selain fokus pada penanganan kawasan terdampak di lima kecamatan, masing-masing Kecamatan Canduang, Ampek Angkek,Sungai Pua, Banuhampu dan IV Koto, Pansus Kebencanaan juga menelisik berbagai dampak pasca bencana yang hingga kini belum tertangani dengan baik, terutama masalah infrastruktur baik jalan, jembatan, areal persawahan dan lainnya, termasuk kasus SDN 11 Sipisang, Palupuah, yang ambruk dan tak kunjung diperbaiki, sementara aktivitas belajar masih terus berlanjut hingga kini.
Pansus yang dipimpin Yandril,S,Sos dari Partai PKS itu, terus menelisik berbagai hal berkaitan penanganan dampak pasca bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi, yang menyebabkan kerugian yang sangat besar, termasuk korban jiwa,tidak hanya masalah penyaluran bantuan, tapi juga proses penanganan korban terdampak, serta hal-hal spesifik lain, yang satu demi satu terkuak ke permukaan.
Seperti disebutkan Yandril, Ketua Pansus Kebencanaan DPRD Agam dan Y.Dt.Rajo Api, Wakil Ketua Pansus, beberapa waktu lalu kepada kaba12, banyak hal yang akhirnya terkuat dan diketahui oleh Pansus, tidak hanya masalah penanganan dampak bencana, tapi juga proses penyaluran bantuan, sistim koordinasi, persoalan data, termasuk penyaluran bantuan Presiden RI.

Dijelaskan, hingga kini Pansus masih terus menelusuri berbagai hal berkaitan dengan penanganan dampak pasca bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi tersebut, termasuk dampak kebencanaan lain, yang dalam waktu dekat akan dibahas bersama stake holder terkait.
“Pansus masih melakukan penelusuran dan verifikasi informasi yang diperoleh, yang nantinya akan dibahas bersama OPD terkait dalam penanganan dampak bencana tersebut, “ulas Y.Dt.Rajo Api.
Bahkan, Yandril mengaku geleng-geleng kepala saat mendapatkan informasi langsung dari masyarakat , khususnya para korban terdampak, yang secara terbuka menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan penanganan yang dilakukan unsur terkait di pemerintah, termasuk warga terdampak yang relokasi ke pemukiman baru di Talago, Lubukbasung, “kami berupaya melakukan langkah-langkah, agar warga terdampak bisa mendapatkan perhatian dan layanan yang layak dari pemerintah, “tegasnya.
Disisi lain, Yandril menyebut, pihaknya masih menjadwalkan rapat koordinasi dan verifikasi berkaitan dengan hasil temuan awal Pansus Kebencanaan di lapangan, karena pemerintah masih meminta penjadwalan ulang terkait permintaan jadual rapat koordinasi tersebut.
(HARMEN)
