Bukittinggi, KABA12 — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Achmad Mochtar atau dikenal dengan RSAM Bukittinggi,resmi naik kelas menjadi rumah sakit Kelas A.
Peresmian dilakukan bersama oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dan Bupati Agam Benny Warlis serta jajaran organisasi pemerintah daerah (OPD) provinsi di Bukittinggi, Rabu (25/06).
“Alhamdulillah, ini perjuangan bersama. Sebelumnya RSAM berstatus sebagai rumah sakit tipe B satelit pendidikan sejak 2019. Penetapan status tipe A diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setelah dinilai memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis, mulai dari kelengkapan infrastruktur hingga kualitas pelayanan medis,” ujar Dirut RSAM, drg. Busril.
Dengan pencapaian ini, RSAM menjadi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pertama yang menyandang status tipe A yang merupakan klasifikasi tertinggi dalam sistem rumah sakit di Indonesia. RSAM berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada mutu.
“Fokus utama kami memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan ramah kepada pasien. Seluruh tenaga kesehatan RSAM kami dorong untuk menerapkan pelayanan prima dengan empati tinggi terhadap pasien,” lanjut Busril.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengapresiasi perjuangan jajaran RSAM hingga target pencapaian naik kelas yang awalnya di 2026 bisa dipercepat di tahun ini.
“Terimakasih kepada Dirut, jajaran operasional, tenaga kesehatan, dokter dan semua yang telah bekerja baik. Pencapaiannya bisa dipercepat. Saya tekankan seluruh rumah sakit di Sumbar bisa memberikan pelayanan terbaik. Jangan ada lagi pengaduan pasien tidak terlayani maksimal,” kata Gubernur.
Menurutnya, Pemprov juga telah meminta kementerian kesehatan memberikan ijin menerbitkan aturan agar satu dokter hanya melayani di satu tempat agar pelayanan bisa maksimal ke pasien.
“Ini yang akan menimbulkan kepercayaan dari masyarakat agar bagaimana warga tidak lagi berobat ke rumah sakit di luar negeri. Ini menjadi catatan serius pelayanan dan keramahtamahan hospitaliti. Berikan pelayanan terlebih dulu sebelum berfikir kontribusi yang didapat. Ada pendampingan dari BAZNAS atau CSR yang bisa digunakan saat melayani pasien dari keluarga kurang mampu,” kata Gubernur.
Terbaru, RSAM juga menambah unit layanan Unit Hemodialisa yang merupakan salah satu unit pelayanan yang diperuntukan bagi penderita gagal ginjal kronik yang memerlukan tindakan cuci darah.
(Ophik)
