MTM ke Tiga Resmi Dibuka

Bukittinggi, KABA12.com  — Wakil Walikota Bukittinggi buka secara resmi Minangkabau Travel Mart ke tiga tahun 2017.

Event kepariwisataan yang digelar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumbar melibatkan tiga negara ini, dibuka di Balai Sidang Hatta, Selasa (03/10).

Pada malam penuh keakraban itu, ratusan travel agent, buyer dan seller dari Indonesia, Brunei dan Malaysia hadir untuk menikmati makan malam sambil menyaksikan penampilan kesenian adat budaya Minangkabau yang telah dipersiapkan oleh panitia dan didukung Pemko Bukittinggi melalui dinas pariwisata pemuda dan olahraga.

Ketua panitia MTM ke tiga, Syafril menjelaskan, tahun 2017 ini MTM mengusung tema, West Sumatera Your Mice And Sport Tourism Destination.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 3 hingga 6 Oktober 2017.

“Tahun ini kita fokuskan MTM kepada wisata konferensi dan olahraga. Tercatat sebanyak 107 buyer dari dalam dan luar negeri dan 60 seller se Indonesia yang ikut pada event MTM tahun 2017 ini,” jelasnya.

MTM sangat berpotensi untuk meningkatkan tingkat kunjungan pariwisata ke Sumatera Barat. “Empat agenda penting yang akas diikuti peserta, antara lain, table top, expo, welcome dinner, post tour dan farewell dinner,” papar Syafril.

Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi menyambut baik event kepariwisataan ini. Efek yang akan ditimbulkan nantinya tentu akan berdampak pada peningkatan kunjungan ke Sumbar khususnya kota Bukittinggi yang tentunya akan mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Esensi acara ini adalah bagaimana kita bersinergi untuk meningkatkan  kepariwisataan di Sumbar, khususnya Bukittinggi yang tengah gencar mempromosikan wisata halalnya. Bukittinggi dengan atmosfer yang sejuk juga disandingkan dengan wisata alam wisata sejarah, adat budaya serta kulinernya, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujarnya.

Irwandi terus mengimbau para pelaku pariwisata untuk menyatukan visi dan misi dalam percepatan pengembangan pariwisata halal di Sumatera Barat.

Karena prediket wisata halal itu sendiri tengah menjadi rebutan bagi seluruh negara di dunia untuk meningkatkan kepariwisataannya.

(Ophik)

0Shares