Bukittinggi, KABA12.com — Kejujuran, kegigihan dan tegaskan diri untuk tidak mengambil hak orang lain, menjadi kunci sukses seorang Yumi Ardi, putra Bukittinggi namanya kini tidak asing lagi di tengah pengusaha provider seluruh Indonesia. Melalui usahanya di bidang server pulsa seluruh provider, pria yang menetap di Pakan Kamih, Kab. Agam ini, sering mendapat reward dan menjadi panutan bagi para penggiat usaha yang sama.
Yumi Ardi, saat menceritakan kisah hidupnya kepada sejumlah aaak media menyampaikan, usaha yang ia tekuni saat ini, dirintis dari nol dan perjuangan keras. Ia juga menekankan, dengan doa orang tua, usaha yang dimulai dari counter pulsa itu, kini meningkat menjadi usaha server.
“Usaha ini saya mulai tahun 2004 setelah menikah. Awalnya, saya membuka konter HP atau menjual pulsa dengan modal Rp 900 ribu yang itupun dibantu oleh orang tua saya,” ujar Ardi.
Ardi menceritakan sejak menjalankan usaha penjualan pulsa dengan konter kecil dan sederhana itu, ia berniat untuk mengembangkan usaha. Untuk mengembangkan usaha itu, ia sangat membutuhkan dana. Kemudian, ia meminjam ke koperasi Rp 3 juta dengan cicilan 10 bulan dan bunga 10 persen.
“Saya meminjam dua kali. Jumlahnya sama untuk modal usaha. Lalu, tahun 2008, usaha saya meningkat menjadi server pulsa. Usaha server pulsa ini bernama Madina Reload. Dalam usaha ini, saya bekerjasama dengan orang lain. Kemudian sekitar tahun 2017, saya pindah tempat ke Simpang Tarok dan usaha ini berubah menjadi Cyber Tronik tahun 2017, menjual pulsa dan paket data internet dari tahun 2017,” terangnya.

Usaha Cyber Tronik Yumi Ardi ini, semakin berkembang pesat. Ia bisa meraih keuntungan cukup baik. Setelah itu, Ardi ditawarkan berbagai program oleh operator, sehingga usahanya terus mencapai target.
“Orang dari pusat banyak turun ke Bukittinggi serta menghampiri Cyber Tronik. Cyber Tronik ini mulai dikenal di luar. Seluruh operator kami layani, seperti Telkomsel, XL, Indosat, Three dan Smartfren baik lokal dan luar negeri. Kami menimba ilmu tentang provider (Operator Seluler). Saya juga kenal dengan provider seluruh Indonesia. Kami pun tukar atau barter barang. Saya meraih prestasi lokal Sumatra Barat, regional Sumatra kemudian naik ke tingkat Nasional,” kata Ardi.
Saat ini, suami dari Maya Nila Kresna dan ayah 3 anak ini memiliki 25 orang karyawan dari awalnya seorang diri. Cyber Tronik menjual kartu perdana yang telah berisi paket, voucher-voucher data internet.
” Alhamdulillah atas pencapaian usaha ini. Kuncinya gigih dan jujur serta saling percaya. Saya juga berterima kasih atas dukungan penuh keluarga. Dan satu lagi, kalau boleh kami berpesan, silahkan lakukan usaha apapun asal halal serta tidak melupakan dan mengambil hak orang lain,” pungkas Ardi yang akrab disapa Bosque dan sempat menjalani usaha jual pupuk ini.
(Ophik)
