Kaba Terkini

Migrasi TV Digital, Warga Diharapkan Beli STB Yang Telah Bersertifikasi

Jakarta, KABA12.com — Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan Seremoni Penyerahan Set Top Box (STB) Kementerian Kominfo bersama Komisi I DPR RI, terus berlanjut, Sabtu (26/11).

Dalam diskusi publik virtual itu, diimbau agar warga membeli STB yang telah disertifikasi.

Christina Ariani, Anggota Komisi I dan juga Anggota Badan Legislasi DPR-RI, menyampaikan, migrasi TV analog itu menjadi suatu keniscayaan. Banyak negara di dunia telah terlebih dahulu melakukan ini, dengan cara mematikan TV analognya dan beralih ke siaran TV digital. Peralihan ini telah diamanatkan melalui UU yang dilakukan paling lambat 2 November 2022.

“Banyak saudara kita yang belum bisa merasakan manfaat dari internet karena keterbatasan akses. Padahal internet dan komunikasi merupakan jendela informasi. Selain itu era penyiaran digital akan mendorong industri penyiaran melalui keberagaman kepemilikan TV, dan juga keberagaman konten. Dan semakin banyak pelaku industri untuk masuk ke pasar dan tentunya konten yang disediakan untuk kita sebagai pemirsa akan semakin beragam,” ujar Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dapil DKI Jakarta II itu.

Untuk wilayah Jabodetabek dan 222 kabupaten kota lainnya, TV Digital telah dilaksanakan sejak 3 November yang lalu.

Masyarakat yang menggunakan TV analog harus menggunakan STB untuk menonton Televisi. STB merupakan alat berbentuk kotak yang berguna untuk mengolah TV digital. Khusus untuk masyarakat yang terdaaftar dalam DJKS kementrian sosial , pemerintah akan membagikan STB secara gratis.

Pada hari ini, penyerahan secara simbolis 10 STB kepada warga, yang nantinya akan disusul pengiriman STB kepada yang berhak menerima sesuai data yang DTKS Kemensos.

“Untuk masyarakat yang tidak termasuk ke dalam data DTKS, maka alat ini bisa didapatkan di toko elektronik terdekat atau e-commers dan harganya saat ini berkisar antara Rp 150 hingga 250 ribuk Cukup dibeli sekali saja dan tidak ada biaya bulanan yang ditagihkan. Kami menghimbau kepada masyarakat bahwa STB yang dibeli agar yang terdapat sertifikasinya,” ujarnya.

Rosarita Niken Widiastuti, Staff Khusus Menkomimnfo, memaparkan, Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai program prioritas bagi negara. Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Kementrian Kominfo untuk melakukan percepatan digital dan percepatan pembangunan infrastruktur. Karena infrastruktur telekomunikasi belum menyeluruh di Indonesia, jadi harus ada percepatan di Indonesia, apalagi saat adanya pandemi covid 19, jadi akses internet merupaka ln hal yang penting bagi kehidupan.

“Lima urgensi digitalisasi penyiaran, kepentingan public untuk memperoleh penyiaran uang berkualitas, efisiensi penggunaan frekuensi guna mendorong ekonomi digital dan indrusti di era 4.0, penataan frekuensi guna mendorong ekonomi digital dan indrustri di era 4.0, kemudian tersedianya diital dividen untuk alokasi frekuensi Broadband 5G yang akan digunakan, dan terakhir untuk menghindari sengketa dengan negaranegara disebabkan intervensi atau peluberan siaran dari negara kita atau sebaliknya,” jelasnya.

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu Irianto, menjelaskan, ASO atau Analog Switch OFF, hadir untuk menampilkan siaran Televisi yang berkualitas. ASO merupakan migrasi televisi analog menuju digital yang merupakan bagian dari salah satu aspek guna menunjang kualitas siaran yang memadai dari aspek teknologi.

“Kenapa harus ASO? Pertama dari segi biaya lebih hemat. Dimana analog satu frekuensi hanya bisa dipakai satu televisi, namun dalam TV digital satu frekuensi bisa dipakai oleh beberapa TV. Kemudian dalam konten, dengan TV digital akan lebih dikembangkan dan divariasikan kepada masyarakat. Manfaatnya tentu efesisensi, kualitas gambar dan suara, serta lapangan pekerjaan. dengan banyak kebutuhan televise dan tayangan tentu ini membutuhkan partisipasi bagi konten creator untuk memproduksi kebutuhan televisi. Dan ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang berkecimpung dalam dunia teknologi,” ujarnya.

(Ophik)

To Top