Lubukbasung, KABA12.com — Pemkab. Agam target menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat pratama pada penilaian tahun 2018 ini.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Retmiwati pada rapat kerja gugus tugas KLA di aula utama kantor bupati Agam, Padangbaru Lubukbasung, Senin (19/03).
“Kita targetkan tahun ini kita harus lolos dalam penilaian KLA dengan tingkatan pratama.
Untuk itu diperlukan komitmen seluruh OPD yang tergabung dalam gugus tugas KLA mewujudkannya ,” sebut Retmiwati.
Retmiwati menyebutkan, dalam penilaian KLA tersebut terdapat 24 indikator yang terdiri dalam 5 kluster yang akan dinilai oleh tim penilai dari pusat. Adapun indikator tersebut pemda dituntut harus memenuhi seluruh kebutuhan dan hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-hak Anak PBB yang telah diratifikasi oleh seluruh negara, “diantaranya tentanga sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, pariwisata ramah anak, rute aman selamat sekolah dan indikator lainnya,” ulas Retmiwati.
Menanggapi hal itu, terkait dengan pariwisata ramah anak,kepala Disparpora Agam Jetson menyebutkan, pihaknya akan berupaya menyediakan segala sarana dan prasarana berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak.
“Kita apresiasi keinginan kabupaten untuk menjadi Kabupaten Layak Anak ini. Kita akan aplikasi bentuk pariwisata ramah anak disetiap objek pariwisata yang ada di Agam. Semua objek wisata yang ada kita akan lengkapi dengan sarana bermain untuk anak. Untuk sekarang memang kondisinya masih kurang, ini akan sangat kita perhatikan nanti kedepannya,” ujar Jetson.
Sementara itu, dari Dinas Kesehatan juga menyebutkan bentuk dukungannya untuk menjadikan Agam sebagai Kabupaten Layak Anak. Seperti disampaikan Kabid Kesmas Dinkes Agam Indra Rusli menyebut, seluruh program kesehatan mayoritas diproritaskan untuk anak, karena anak sangat rentan untuk masalah kesehatan.
“Seluruh puskesmas yang ada di Agam sebenarnya sudah sangat ramah anak. Ada 23 puskesmas kita di Agam yang sangat memperhatikan persoalan hak anak. Tinggal dokumen kebijakannya lagi yang kita butuhkan untuk KLA ini,” sebutnya.
Raker gugus tugas KLA ini nantinya akan dilanjutkan dengan pelatihan tim teknis operator dari masing-masing OPD pada 20 Maret 2018 mendatang.
(Jaswit)
