Mediasi Tak Buahkan Hasil, Kasus Perundungan Berlanjut ke Ranah Hukum

Lubukbasung,kaba12 — Kasus perundungan yang terjadi di Garagahan Lubukbasung yang melibatkan 6 oknum siswa SMPN 6 Lubukbasung yang menimpa Anak AK ( samaran-red) ternyata berlanjut ke ranah hukum. Upaya media awal yang dilakukan berbagai pihak pasca kejadian, ternyata tidak membuahkan hasil.

Bahkan Rabu lalu, pihak keluarga korban Anak AK, sudah melaporkan kasus perundungan itu ke Polres Agam untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sesuai UU Perlindungan Anak. Bahkan, Kamis kemarin, pihak keluarga korban Anak AK, sudah menjalani serangkaian pemeriksaan di Polres Agam.

Gagalnya mediasi yang diupayakan di SMPN 6 Lubukbasung, oleh jajaran sekolah bersama, Disdibuk.Agam, tokoh masyarakat dan pemerintah nagari tersebut, ditengarai akibat kasus yang terjadi Selasa,(24/10) lalu, disebutkan keluarga korban Anak AK, bukan kejadian pertama yang menimpa korban.

Reaksi keras dan pihak berwajib meminta kasus itu diusut tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku disebutkan Erwin Tanjung, kakek korban Anak AK, yang mengaku sangat kecewa dan gusar dengan kasus yang menimpa cucunya, pasalnya sesuai laporan yang diterimanya, kejadian perundungan itu bukan yang pertama dialami sang anak.

Erwin Tanjung kepada kaba12 menyebutkan, pihaknya sangat menghargai dan berterimakasih atas upaya damai yang dimediasi berbagai pihak dan pihak sekolah. Namun disayangkan, dalam proses mediasi yang dilakukan, justru tidak pernah terbetik upaya untuk menyelamatkan cucunya dari trauma termasuk dampak pisik yang diterima akibat perundungan yang dialami.

“ Kami sekeluarga bersama mamak korban Anak AK sepakat untuk meneruskan kasus itu ke ranah hukum, selain untuk menegakkan hukum, untuk untuk memberi efek jera terhadap para pelaku, agar kasus serupa tidak terulang dan menimpa anak-anak lainnya, “ tegas Erwin Tanjung.

Erwin Tanjung yang mengaku kecewa dan prihatin atas kejadian itu, berharap semua pihak juga menghargai langkah yang diambil pihaknya bersama keluarga dan mamak-mamak korban Anak AK, karena sesuai informasi yang diperolehnya, selain kejadian itu sering dialami korban Anak AK, kasus-kasus serupa justru banyak terjadi, yang diharapkan bisa menjadi pembelajaran dan efek jera bagi pelaku lainnya.

Disisi lain, Erwin Tanjung yang dikenal sebagai tokoh olahraga di kabupaten Agam itu, juga meminta bantuan dan dukungan pada bupati Agam melalui Dinas Dalduk-KB-PP-PA Agam, khususnya tim Perlindungan Anak Agam, untuk membantu pihaknya dalam memulihkan mental dan psikologi korban Anak AK, yang hingga saat ini masih terlihat shock dan trauma, “ kami mohon bantuan, agar mental cucu saya dipulihkan, karena trauma yang dialami cukup berat, bahkan saat ini masih sering terlihat ketakutan dan bengong sendiri, “ujarnya.

Namun, informasi yang diperoleh kaba12, tim Perlindungan Anak Agam, sudah mulai melakukan penanganan pasca kejadian, bahkan Jumat,(27/10), tim PA Agam sudah mendatangi kediaman korban Anak AK.

-HARMEN-

0Shares