Masalah Plasma PT.AMP Tak Kunjung Beres, Ratusan Warga Labuhan Subang-Subang Protes

Lubukbasung, kaba12 — Masih tak “berkejalasannya” masalah kebun plasma PT.AMP Plantation yang diperuntukan bagi warga Jorong Labuhan dan Jorong Subang-Subang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, memicu reaksi warga.

Bahkan, Selasa, (11/7) ratusan warga dari Jorong Labuhan dan Subang-Subang sengaja mendatangi kantor bupati Agam untuk menuntut kejelasan masalah kebun plasma yang selama ini tidak pernah mereka nikmati sejak puluhan tahun PT.AMP Plantation memanfaatkan lahan yang mereka miliki, bahkan sampai nyaris habisnya masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) kelapa sawit group Wilmar tersebut.

Kedatangan ratusan warga ke kompleks kantor Bupati Agam itu, sontak mengundang perhatian para ASN yang sedang melaksanakan tugas, apalagi kedatangan rombongan yang mendadak dalam jumlah besar, yang sempat memicu kekuatiran para ASN Pemkab.Agam itu.

Menjawab kaba12, beberapa warga kedatangan warga ke kantor bupati Agam itu justru untuk mengikuti pertemuan lanjutan sesuai undangan yang disampaikan Sekab.Agam, dalam rangka rapat membahas masalah plasma tersebut.

Disebutkan Gasmil, tokoh masyarakat Labuhan , pihaknya datang bersama warga itu justru untuk meminta kejelasan terhadap proses penyelesaian masalah kebun plasma yang sudah sangat lama tak jelas ujung pangkalnya, padahal ada lebih dari 600 hektar lahan di Jorong Labuhan dan Subang-Subang yang digunakan untuk perkebunan PT.AMP Plantation selama ini.

Gasmil menegaskan pihaknya bersama masyarakat menghadiri secara langsung pertemuan yang dihadiri pimpinan PT.AMP Plantation, Forkompimca Tanjung Mutiara, Walinagari Tiku V Jorong dan tim fasilitasi konflik pertanahan Kabupaten Agam, agar solusinya jelas dipahami warga.

“ Kita tidak punya perwakilan, tidak ada kelompok masyarakat. Kami memperjuangkan hak masyarakat Labuhan dan Subang-Subang ,” tegasnya serius.

Sementara beberapa unsur terkait Pemkab.Agam masalah kebun plasma Labuhan dan Subang -Subang itu, membenarkan akan digelar pertemuan Selasa, (11/7) menghadirkan para unsur terkait termasuk perwakilan warga, yang hingga Selasa sore masih berlangsung alot.

-HARMEN-

0Shares