Jakarta, kaba12 — ASEAN Public Relations Network (APRN) bekerjasama dengan WorldComm Malaysia serta didukung LSPR Institute of Communication & Business mengadakan The Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2023 di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall Campus B LSPR Jakarta, Kamis, (27/7).
Dengan mengundang empat pembicara terkemuka dari industri perfilman AIFFA merupakan acara penghargaan dan festival untuk pembuat film dan bintang film dari kawasan ASEAN. Acara ini diadakan di Kuching, Sarawak, Malaysia setiap dua tahun sekali dan ditunjuk oleh Sekretariat ASEAN sebagai salah satu rangkaian kegiatan ASEAN.
Tahun ini adalah edisi keenam ASEAN International Film Festival and Awards, dimana akan menjadi rangkaian acara 3 hari yang akan mengundang orang-orang terpilih di industri film untuk merayakan, menghormati, dan mengakui keunggulan di antara rekan-rekan mereka.

Mr. Jaffri Amin Osman selaku Direktur Eksekutif AIFFA berinisiatif mengadakan Roadshow to AIFFA, dimana LSPR Institute dan ASEAN PR Network (APRN) menjadi tuan rumah di Jakarta. Dalam rangkaian acara AIFFA ini, untuk pertama kalinya ASEAN SDG University Short Film Competition (ASUS) akan diselenggarakan.
ASUS bertujuan untuk mengidentifikasi gap dalam menciptakan kesadaran untuk SDG di kalangan pemuda dengan menargetkan mahasiswa untuk memberikan pandangan mereka tentang bagaimana mereka memahami dan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Anak muda harus membangun kesadaran terhadap SDGs terlebih dahulu sebelum memulai kreativitas nya di dalam bidang tersebut.

Acara dimulai dengan Kata Sambutan dari Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, President of ASEAN PR Network dan Founder & CEO LSPR Institute of Communication & Business. Dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Mr. Jaffri Amin Osman selaku Direktur Eksekutif AIFFA dan Ms. Livan Tajang selaku Direktur Festival AIFFA.
Sharing Session ini dipandu oleh Maylaffayza Wiguna sebagai moderator dan dimulai dengan sesi pertama dari Bapak Slamet Rahardjo – Winner of Lifetime Achievement Awards, AIFFA, 2019, sesi kedua dengan Ibu Yessy Gusman – Artis Indonesia dan Dosen LSPR, sesi ketiga Marcella Zalianty – Artis Indonesia dan dinominasikan di AIFFA 2013 dan ditutup dengan sesi keempat oleh Bapak Gunawan Paggaru – Ketua Badan Perfilman Indonesia & Sutradara film.
Dr. (H.C) Prita Kemal Gani mengungkapkan kebahagiannya dan kebanggaanya melalui pernyataan, “Saya sangat bahagia dan bangga, LSPR dan ASEAN Public Relation Network atau APRN telah bekerjasama dengan WorldComm untuk mengadakan acara Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards ini, “ ujarnya.
Disebutkan, AIFFA kali ini juga begitu spesial untuk LSPR, karena pertama kalinya di tahun 2023 ini, AIFFA bekerjasama dengan ASEAN PR Network telah berhasil mencetuskan ASEAN SDG University Short Film Competition atau (ASUS) yang mana ASUS ini terlahir dengan mengadaptasi acara LSPR SDG Film Festival yang diadakan setiap tahun dengan bekerjasama dengan Universitas dari luar negeri seperti DMU University dan Coventry University, UK.
Selaku Executive Director dan Festival Director acara AIFFA, Mr. Jaffri Amin Osman dan Ms. Livan Tajang menyampaikan rasa terimakasih dan rasa syukur yang sebesar-besarnya terhadap acara yang baru saja berlangsung yaitu The Roadshow to AIFFA.
Mr. Jaffri mengatakan “Lights, Camera, Action! Para Bintang pada acara PRE-AIFFA Jakarta Gathering ini tentunya adalah APRN, LSPR dan khususnya Prita Kemal Gani beserta timnya yang luar biasa dan profesional. Ketika sebuah acara gathering dihadiri oleh Ketua Badan Perfilman dan bintang film papan atas hadir itu menandakan bahwa organisasi tersebut telah membangun kepercayaan dan reputasi dengan para pemangku kepentingan dan komunitasnya.

Sementara Slamet Rahardjo menyebut, “ini adalah hidup saya, menjadi seorang seniman, menjadi sesuatu yang hanya saya miliki dan itulah martabat saya. Jadi ketika saya menerima Lifetime Achievement rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan, inilah hidup saya. Untuk menjadi aktor diperlukan kebesaran hati, keterbukaan pikiran, dan diperlukan sesuatu dimana tidak ada alasan kita tidak menghormati orang lain. Kesimpulannya tanpa orang lain, saya bukan apa-apa. Kerendahan hati inilah yang saya inginkan dari generasi muda, “ ulasnya.
Sementara artis senior Yessy Gusman berpesan kepada mahasiswa, “ini adalah masa kalian, selalu semangat. Kita memasuki era bonus demografi, dimana semua bangsa Indonesia di dalam keadaan, usia dan pendidikan terbaik. Selalu semangat untuk menciptakan karya-karya terbaik. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan yang terbaik,” sebutnya.
Marcella Zalianty juga mengutarakan kekagumannya terhadap kokampakan yang dimiliki oleh tim Malaysia, “salah satu yang membuat saya kagum pada penyelenggaraan AIFFA di Kuching dan menurut saya dapat menjadi contoh yang baik untuk Indonesia. Saya melihat mereka itu sangat kompak dan berhasil membuktikan dari elemen yang ada seperti dapat menunjang pariwisata dari Kuching itu sendiri,” ulasnya.
-HARMEN.-
