Palembayan, kaba12 — Bencana longsor kembali memakan korban di kabupaten Agam.
Kali ini, musibah longsor yang terjadi di Jorong Lubuak Garang, Nagari Ampek Koto Palembayan, kecamatan Palembayan, Minggu, (26/11) dini hari.
Longsoran batu-batu yang runtuh dari tebing terjal itu, memicu 2 korban masing -masing Titin Sumarni, (47) yang meninggal dunia dan Siti Aisyah, (67) menggalami patah tulang tangan kiri dan kanan.
Bencana tanah longsor itu dibenarkan Kapolres Agam melalui Kapolsek Palembayan Iptu. Alfian Marunduri didampingi Riqoel Sikumbang, staf Humas Polres Agam.
Dijelaskan, musibah tanah longsor yang diduga terjadi dampak curah hujan yang cukup tinggi di wilayah itu beberapa waktu belakangan ditambah kondisi tebing batu yang labil dan keropos.

Dijelaskan, saat kejadian, material longsor berupa batu berukuran besar itu runtuh dan menimpa kedai milik korban Minggu, (26/11) menjelang subuh sekitar pukul 03.30 WIB.
Kedua korban yang tengah terlelap, sama sekali tidak bisa menyelamatkan diri, sehingga keduanya terhimpit reruntuhan kedai yang rusak parah dihantam batu-batu yang runtuh.
” Korban Titin Sumarni meninggal walau sempat dirujuk ke RSAM Bukittinggi, sementara Siti Aisyah berhasil selamat, namun menderita patah tulang tangan di kanan dan kiri, saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, ” sebut Riqoel Sikumbang.

Ditambahkan, bencana longsoran material batu dengan diameter sekitar 50 cm dari ketinggian sekitar 20 meter yang menimpa warung milik korban yang berada di tepi tebing berbatu yang kondisinya labil tersebut.
Kapolsek Palembayan Iptu Alfian Marunduri,SH menghimbau para pemilik warung di sekitar bencana longsor di kaki bukit tersebut untuk tidak berjualan di sekitar lokasi, karena potensi longsoran batu masih tinggi.
Pasalnya, ulas Kapolsek saat ini masih banyak bebatuan dengan diameter 10 CM sampai 50 CM yang berpotensi jatuh karena batu- batu berukuran besar itu, saat ini tersangkut di dahan-dahan kayu dengan ketinggian sekitar 20 meter.
(HARMEN)
