Palupuah, kaba12 — Duka kembali mendera kabupaten Agam. Dampak hujan lebat yang melanda wilayah kecamatan Palupuah sejak Selasa,(2/5) malam memicu longsor di Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang, kecamatan Palupuah, Rabu, (3/5).
Yang memilukan, dampak longsor menghantam rumah warga, bahkan Fitriati,(57) meninggal setelah tertimpa material longsor dan bangunan rumahnya saat akan mengambil wudhu untuk shalat Subuh. Korban meninggal setelah dilarikan ke RSUD Bukittinggi.
Informasi yang diperoleh kaba12, korban sempat tak sadarkan diri setelah tertimpa material longsor dan bangunan rumahnya yang dihantam longsor. Bahkan, upaya evakuasi korban cukup dramatis karena korban sempat tertimbun tanah dan material bangunan miliknya.
Musibah longsor yang menewaskan Fitriati, warga Muaro, Nagari Koto Rantang itu dibenarkan Bambang Warsito, Kepala BPBD Agam dan Nong Rianto Dt.Maruhun, dari kecamatan Palupuah menjawab kaba12.

Dijelaskan, musibah tanah longsor yang melanda wilaya jorong Muaro, Koto Rantang, Palupuah itu diduga dampak hujan deras yang mendera wilayah Palupuah sejak Selasa kemarin. Dampak longsor tidak hanya melanda rumah milik Fitriati, korban yang meninggal setelah sempat dilarikan ke RSUD Bukittinggi dan dinyatakan meninggal Rabu pagi sekitar pukul 07.45 WIB.
Dampak hujan lebat juga menyebabkan longsor di beberapa lokasi, termasuk ruas jalan lintas Sumatera jalur Pasaman-Bukittinggi yang menyebabkan akses jalan tersekat dan terpaksa memakai sistim buka tutup.
“ Korban sudah disemanyamkan di rumah duka di Muaro, Koto Rantang dan dijadualkan akan langsung dikebumikan di pandam pekuburan keluarga Rabu siang ini, “ sebut Nong Rianto Dt. Maruhun.

Sementara menurut Bambang Warsito, kepala BPBD Agam, TRC BPBD Agam sudah berada di lokasi kejadian untuk memulai proses pembersihan material longsor yang menimbun sebagian rumah milik korban Fitriati.
“ Kami ikut berduka atas musibah yang terjadi di Muaro, Koto Rantang, Palupuah, “ ungkap Bambang Warsito.
Bambang Warsito, kepala BPBD Agam, menyebutkan kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah kabupaten Agam. Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi resiko bencana.
HARMEN
