Kaba Terkini

Longsor Besar Terjang Malalak, Tiang Listrik Patah, Akses Komunikasi Terancam

Malalak, kaba12.com — Longsor besar yang menghantam wilayah kecamatan Malalak, Sabtu,(18/12) ini, memicu dampak luar biasa, tidak menyebabkan akses jalan propinsi jalur Sicincin-Malalak-Balingka (SIMAKA) putus total, termasuk akses jalan kabupaten jalur Malalak-Hulu Banda putus.

Dampak longsoran tanah juga menyebabkan beberapa tiang listrik patah dan tertimbun longsor, sehingga aliran listrik putus total. Bahkan, akses komunikasi terancam terputus, karena jika listrik padam, jaringan komukasi selullar di wilayah Malalak otomatis akan terputus, karena hanya aliran listrik yang menjadi andalan di wilayah itu untuk mengaktifkan saluran komunikasi.

Hingga Sabtu siang ini upaya penanganan masih belum bisa dilakukan petugas, terutama untuk proses pembersihan material longsor yang menghantam 11 lokasi di wilayah itu, karena curah hujan masih tinggi, bahkan di wilayah itu masih dibayangi ancaman longsor susulan.

Untuk proses pembersihan material longsor sendiri, membutuhkan dukungan alat berat, mengingat debit longsor yang sangat besar, termasuk dukungan personil yang secara maksimal harus dikerahkan, mengingat banyaknya titik tumpahan longsor.

Sementara saat ini, seluruh akses masuk ke jalur SIMAKA, baik di Simpang Balingka, kecamatan IV Koto, maupun di Simpang Malalak sudah ditutup, bahkan di IV Koto, proses penutupan pintu masuk ke Malalak dipandu langsung camat IV Koto Ricky Eka Putra.

Informasi yang diperoleh kaba12.com dari Jerman Jendra St.Mantari, potensi longsor dikuatirkan masih akan terjadi, mengingat curah hujan masih tinggi. Petugas pun, sulit menjangkau beberapa lokasi yang berada di ruas lebih dalam di jalur yang longsor, karena akses menuju lokasi tersekat.

“ Selain akses jalan, jaringan komunikasi dan aliran listrik dikuatirkan akan berdampak terhadap masyarakat, karena beberapa tiang listrik roboh dihantam longsor, “ sebut Jerman Jendra.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, musibah longsor yang terjadi Sabtu ini, disebutkan sebagai bencana cukup parah, karena bentangan area longsor yang cukup panjang, termasuk ancaman longsor susulan yang masih sangat tinggi karena curah hujan masih tinggi.

HARMEN

To Top