Bukittinggi, KABA12 — Libur Idul Fitri 1447 H, memang menjadi momen penting bagi Pemko Bukittinggi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya bidang pariwisata. Selama masa itu, Dinas Pariwisata mencatat pendapatan melalui objek wisata berbayar, mencapai Rp3,5 milyar.
Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, mejelaskan, jumlah pendapatan daerah dari pariwisata pada libur lebaran ini, meningkat dari tahun sebelumnya. Jumlah pengunjung yang terdata juga meningkat sebanyak 153.336 orang ke objek wisata berbayar.
“Alhamdulillah kunjungan ke objek wisata berbayar selama libur lebaran meningkat dibanding tiga tahun sebelumnya. PAD juga alami kenaikan,” ungkap Rofie.
Objek wisata berbayar yang dimaksud, Kebun Binatang Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), Taman Benteng Fort de Kock, Taman Panorama dan Lobang Jepang.
“TMSBK masih menjadi unggulan wisata dengan raihan retribusi Rp 3,07 miliar dikunjungi 128 ribu pengunjung selama libur lebaran terdata dari 21 hingga 29 Maret,” ujar Rofie.
Sementara objek wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang meraup pendapatan retribusi sebanyak Rp 468 juta dengan 24,9 ribu kunjungan.
Rofie mengatakan ramainya pengunjung ikut berimbas kepada raihan pendapatan dari pelaku ekonomi di sekitar objek wisata Bukittinggi.
“Wisatawan yang sebagian besar pemudik ikut mendorong peningkatan pendapatan pelaku ekonomi di seluruh daerah Bukittinggi karena banyak spot wisata tidak berbayar yang tersedia, utamanya Jam Gadang,” kata Rofie.
Sebelumnya di 2025, jumlah kunjungan wisata berbayar selama lebaran tercatat sebanyak 129 ribu dengan pendapatan Rp 2,9 miliar.
Pada 2024, Pemko Bukittinggi mencatat total 100.218 kunjungan dengan PAD senilai Rp 2,2 milyar. Sementara di 2023, Pemko Bukittinggi mencatat penghasilan dari total pengunjung di objek wisata selama 11 hari sejak tanggal 21 April sampai 1 Mei 2023, sebanyak 153.542 orang. Dengan jumlah itu, Bukittinggi meraup PAD sebesar sekitar Rp 3,3 miliar.
Rofie Hendria juga menegaskan selama momen libur lebaran, seluruh objek wisata berbayar di Kota Bukittinggi dalam kondisi aman dan kondusif.
(Ophik)