Kerugian Capai Rp682 Miliar, Bergerak Cepat Pulihkan Dampak Bencana
Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda 13 kecamatan, 5 kecamatan diantaranya porak-poranda dihantam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, menyebabkan kerugian mencapai lebih dari Rp682 miliar.
Dampak kerusakan tidak hanya 1652 rumah penduduk, 11 sarana ibadah, 108 sarana pendidikan, 49 titik sarana jalan, 125 unit sarana irigasi,67 titik jembatan, 1813,7 hektar areal areal pertanian,5.025 hewan ternak mati dan berbagai dampak kerusakan lain, yang saat ini membuat lebih dari 4.117 jiwa mengungsi, 988 jiwa terdampak.
Dampak bencana yang mulai menghantam wilayah kabupaten Agam mulai Sabtu, (22/11) berlanjut hingga Kamis, (27/11) hingga Minggu, ( 30/11) membentang dari wilayah Kecamatan Palupuah, Tanjung Raya, Malalak, IV Koto, Kamang Magek, Banuhampu, Tilatang Kamang,Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Kecamatan Palembayan.

Yang memilukan, menyebabkan 192 jiwa melayang, 72 masih dalam pencarian, di 6 kecamatan. Dampak terparah, dialami warga Kecamatan Palembayan, terutama di Nagari Salareh Aia Utara dan Salareh Timur dengan jumlah korban mencapai 140 jiwa, kemudian di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur dengan 14 korban jiwa,kemudian Tanjung Raya dengan 10 korban jiwan, sementara di kecamatan Lubukbasung, Ampek Nagari, Matur dan Palupuah masing-masing 1 korban jiwa.
Saat ini, tercatat lebih dari 4.117 warga yang harus mengungsi ke tempat lebih aman, karena terisolasi dan rumahnya hancur dihantam banjir bandang dan tanah longsor, pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Raya dengan 2.988 jiwa , di kecamatan Palembayan 782 jiwa, di Kecamatan Matur 255 jiwa, di Kecamatan Palupuah 128 jiwa dan di Kecamatan IV Koto 82 jiwa mengungsi.
Dampak bencana hidrometeorologi 2025, merupakan dampak bencana paling parah dalam sejarah Kabupaten Agam, terutama merunut dampak bencana gempa 2007, gempa 2009, erupsi Gunung Marapi, pandemic covid19, dan beberapa kejadian banjir bandang sejak masa pemerintahan Bupati Aristo Munandar, Indra Catri, dan Andriwarman, dimana awal pemerintahan Beni Warlis, dihadapkan pada cobaan yang cukup berat.

Saat ini, setelah 19 hari masa tanggap darurat yang diberlakukan Bupati Agam H.Beni Warlis, terhitung mulai tanggal 23 November 2025 sampai tanggal 22 Desember 2025, sudah sangat banyak progress penanganan yang dilakukan di lapangan, terutama membuka isolasi di berbagai kawasan terdampak, proses pendistribusian bantuan, pencarian korban terdampak bencana, dan penguburan korban meninggal tanpa identitas yang sudah dilaksanakan Rabu dan Kamis, (10-11/12/2025) di TPU Bungus Padang dan TPU Kampuang Baru, Sungai Jariang Lubukbasung.
Tidak hanya itu, gelombang bantuan untuk korban terdampak bencana, sebagai wujud kepedulian dan dukungan terdampak pengananan dampak bencana yang terjadi di kabupaten Agam terus mengalir deras. Tidak hanya dari berbagai lembaga pemerintahan, kalangan DPR RI, DPRD Sumbar, DPRD Agam, berbagai organisasi sosial, kelompok usaha swasta nasional, kalangan perantau termasuk berbagai komunitas yang terus bergerak menggalang donasi untuk membantu korban terdampak.

Bupati Agam Beni Warlis sendiri meyakinkan, sesuai dengan tahapan yang dilakukan, dalam masa tanggap darurat berbagai penanganan prioritas harus dilakukan, terutama penanganan korban terdampak, penanganan wilayah terdampak, termasuk yang terisolasi akibat banjir bandang dan longsor, distribusi bantuan, penanganan pengungsi, pembangunan hunian sementara untuk pengungsi,perbaikan sarana vital, terutama aliran listrik, jaringan komunikasi, air bersih dan distribusi bahan pokok untuk seluruh warga terdampak.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kerja keras semua pihak,berbagai langkah prioritas yang harus ditangani dalam masa tanggap darurat sudah bisa terlaksana. Walau belum sepenuhnya tuntas, namun pergerakannya sangat massif, saat ini jaringan listrik, komunikasi,pembukaan isolasi dan berbagai langkah darurat lain sudah bisa dilakukan dengan baik, “tegas Beni Warlis dengan wajah letih.(HARMEN)
DPUTR Agam Bekerja Optimal, Didukung Perantau
Buka Akses Wilayah Terdampak Bencana
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Agam bekerja optimal untuk membuka akses masuk ke berbagai wilayah terdampak bencana yang terisolasi akibat akibat material banjir bandang dan tanah longsor.

Bekerjasama dengan berbagai pihak, setidaknya 30 alat berat dikerahkan untuk pembersihan material lumpur,batu-batu dan kayu yang menutupi pintu masuk ke berbagai titik terdampak. Pembukaan akses jalan menjadi prioritas yang dilanjutkan dengan proses pemulihan dan antisipasi di titik-titik rawan potensi bencana susulan.
Dukungan alat berat, tidak hanya berdatangan dari berbagai departemen yang ada, tapi juga dukungan kalangan DPR RI, termasuk tokoh perantau asal Lubukbasung H.M.Kasmir yang mengirimkan 3 unit alat berat untuk membantu proses pembersihan material terdampak bencana di berbagai kecamatan di Agam.

Seperti disebutkan Ofrizon, Kadinas PUTR Agam, pihaknya sesuai dengan tanggungjawab yang diemban berupaya mencari solusi, agar proses pembersihan material longsor dan banjir bandangbisa segera teratasi untuk membuka akses ke berbagai titik terdampak.
Dijelaskan, saat ini kebutuhan alat berat sangat banyak untuk proses pembersihan material banjir bandang, tanah longsor termasuk penataan ulang kawasan yang terdampak, termasuk normalisasi aliran sungai yang berpindah akibat banjir bandang, “kita memprioritaskan membuka akses ke berbagai lokasi terdampak, terutama membuka akses jalan, jembatan dan titik prioritas lain, setelah itu dilakukan proses pemulihan dan penataan kawasan untuk antisipasi dampak bencana susulan, “jelas Ofrizon.(HARMEN)
Hadang Medan Berat, Tim Diskominfo Agam Normalkan Jaringan Komunikasi
Tim Information -Tekhnology ( IT ) Diskominfo Agam intensifkan pemulihan jaringan komunikasi dan internet di seluruh wilayah terdampak bencana. Di beberapa kecamatan, untuk dibangun akses baru menggunakan media starlink yang dipasang di berbagai titik.

Focus penanganan kawasan terdampak bencana yang dilakukan tim IT Diskominfo Agam, terutama di Kecamatan Malalak, Kecamatan Palupuah dan Kecamatan Palembayan, yang mayoritas titik sudah bisa diakses sehingga jaringan internet termasuk saluran komunikasi sudah bisa kembali normal.
Pemulihan akses komunikasi dan jaringan internet, seperti disebutkan Roza Syefridianti, Kadinas Kominfo Agam, menjadi hal prioritas dalam penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam, khususnya di masa tanggap darurat.
Hingga hari ke-19 saat ini, akses komunikasi dan jaringan internet sudah sepenuhnya bisa diakses warga, khususnya di kawasan terdampak bencana, dengan memasang perangkat starlink, karena jaringan yang sudah terpasang sebelumnya ikut terdampak bencana.

Dijelaskan, saat ini akses informasi ke wilayah Malalak, Palembayan, Palupuah, Matur, Tanjung Raya dan berbagai kawasan lain, sudah berjalan dengan baik, walau terkadang mengalami gangguan akibat kondisi cuaca termasuk padamnya aliran listrik.
Untuk saluran komunikasi dua arah, Diskominfo Agam juga didukung dengan perangkat komunikasi handy talky (HT) yang dioperasionalkan secara khusus untuk tim tanggap darurat bencana, termasuk dukungan dari Orari Lokal Bukittinggi-Agam, serta bantuan pemerintah pusat khususnya jajaran TNI yang memasang jaringan starlink di berbagai titik.
“ Saluran komunikasi dan internet menjadi kebutuhan vital saat ini, terutama dalam arus informasi dari dan ke wilayah terdampak. Kita akan kawal hal itu, sampai seluruh tahapan penanganan dampak bencana betul-betul tuntas, “tegasnya.
Sementara perjuangan tim IT Diskominfo Agam untuk membangun jaringan komunikasi selular dan internet ke wilayah terdampak bencana, luar biasa berat, karena harus menghadang medan sulit, memasuki area longsor dan banjir, bahkan harus bermalam di lokasi terdampak bencana karena akses jalan tertutup longsor.(HARMEN)
1.813,7 Hektar Lahan Pertanian Hancur,
Kementerian Pertanian Survei Kawasan Terdampak
Sebanyak 1.813,7 hektar areal pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam. Mayoritas lahan yang tengah ditanami penduduk dengan berbagai jenis komoditi, termasuk tanaman pagi hancur direndam lumpur dan tumpahan material banjir bandang.

Areal pertanian dan perkebunan warga yang terdampak bencana itu, terutama di Kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Matur, Banuhampu, IV Koto, Tilatang Kamang, Kamang Magek, Baso dan Palupuah, yang membutuhkan penanganan khusus.
Dampak kerugian bidang pertanian itu, direspon oleh Kementerian Pertanian RI dengan mendatangi wilayah Kabupaten Agam, selain menyerahkan bantuan, Kepala BPMPT Kementerian Pertanian RI Edi Eko Sasmito, juga mendiskusikan areal pertanian terdampak bencana dengan Bupati Agam H.Beni Warlis, yang berharap pemerintah pusat memberi dukungan dan bantuan untuk proses pemulihan, penataan dan pemulihan lahan pertanian terdampak, karena mayoritas penduduk di kabupaten Agam berprofesi sebagai petani.

Merespon harapan Bupati Agam itu, Edi Eko Sasmito, Kepala BPMPT menegaskan akan ada tim khusus yang turun untuk mendata dan memverifikasi kerusakan sawah di wilayah terdampak. “Nanti akan diketahui jenis bantuan yang diperlukan. Tidak menutup kemungkinan ekskavator akan diterjunkan untuk membantu pemulihan sawah warga,” jelasnya.(HARMEN)
192 Korban Meninggal Terdampak Bencana,
29 Korban Tanpa Identitas Dikuburkan Dengan Layak
Sebanyak 29 jenazah yang tidak diketahui identitasnya sudah dikuburkan dengan layak di dua lokasi pemakaman, masing-masing 17 jenazah di TPU Bungus, Padang dan 12 korban di TPU Pemkab.Agam, di Kampuang Baru, Sungai Jariang Lubukbasung.

Prosesi pemakaman berlangsung khuyuk bahkan melalui protocol yang ketat, dikawal oleh personil kepolisian dan TNI. Bahkan, di Padang, Kapolda Sumbar menjadi imam shalat jenazah 24 korban, 17 orang diantaranya asal Agam sebelum dikuburkan di TPU Bungus, Rabu,(10/12).
Sementara di Lubukbasung, 10 korban meninggal tanpa identitas dishalatkan di mesid agung Nurul Fallah Lubukbasung yang diimami Kapolres Agam AKBP.Muari, sebelumnya dimakamkan di TPU Kampuang Baru, Sungai Jariang, Kamis,(11/12).
Seperti dijelaskan Villa Erdi,Kadinas Sosial Agam, prosesi pemakaman sesuai prosedur yang ada, dan hal itu sudah menjadi keputusan resmi Forkopimda Agam dan Sumbar.

Khusus di Lubukbasung, usai dishalatkan, rombongan langsung bergerak ke TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Sungai Jariang Lubukbasung untuk proses pemakaman, dengan iring-iringan kendaaraan para pejabat kepolisian, Pemkab.Agam, Direktur RSUD Lubukbasung,12 ambulance, 10 ambulance diantaranya berisi jenazah yang akan dimakamkan.
“Sesuai protap dan instruksi Bupati Agam,prosesi pemakaman dilakukan dengan layak, mulai dari memandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan, “sebut Villa Erdi, Kadinas Sosial Agam.
10 jenazah tanpa identitas, yang terdiri dari 5 anak-anak, 1 remaja, 2 potong tubuh dan 2 jenazah utuh itu, merupakan korban dampak bencana banjir bandang di Salareh Aia Utara, kecamatan Palembayan, yang tidak dapat diidentifikasi oleh tim DVI RSUD Lubukbasung, dikuburkan di TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Sungai Jariang, yang diberi label khusus, untuk memudahkan proses identifikasi ulang, jika ada perkembangan data para korban.(HARMEN)
BNPB Siap Bangun Huntara di Palembayan,
Dua Lokasi Alternatif Disiapkan Pemkab.Agam
BNPB siap memberi dukungan pembangunan hunian sementara (Huntara)untuk korban terdampak bencana banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Saat ini, dua lokasi lahan menjadi alterntif untuk dibangun hunian sementara tersebut, untuk menampung warga terdampak bencana yang masih mengungsi.

Kepastian dibangunnya Huntara di wilayah terdampak bencana di Palembayan, setelah Sekretaris Utama Kepala BNPB Dr. Rustian, bersama Wabup Agam M.Iqbal, Dandim 0304 Agam Letkol.Inf.Slamet Dwi Santoso, dan para pejabat Pemkab.Agam meninjua sejumlah lokasi bakal Huntara di Palembayan, Kamis, (11/12).
Beberapa lokasi yang dicadangkan, terutama di kompleks SDN 05 Kayu Pasak, kompleks PBI Gumarang dan lapangan sepakbola Salareh Aia Timur, yang saat ini masih menunggu persetujuan warga dan pemerintah nagari untuk kepastian lokasi pembangunan.
Untuk pembangunan Huntara, seperti dijelaskan Dr.Rustian, Sestama BNPB,akan dilaksanakan oleh personil TNI, yang dijadualkan bisa rampung dalam kurun waktu 15 hari, dengan proyeksi sebanyak 136 unit huntara di Nagari Salareh Aia.
Sestama BNPB menegaskan penetapan lokasi harus mempertimbangkan keamanan, aksesibilitas, serta kelayakan lahan agar hunian sementara bisa segera dibangun dan ditempati korban.

Wakil Bupati Agam meminta Walinagari untuk segera melakukan verifikasi data dan memastikan kejelasan penempatan, agar proses pembangunan tidak mengalami penundaan. “Kita mendorong percepatan. Begitu lokasi selesai ditetapkan, TNI langsung mulai pembangunan. Harapan kita, huntara bisa segera dimanfaatkan warga,” ujar H.M. Iqbal.
Dengan pembangunan huntara ini, pemerintah daerah, BNPB, dan TNI berkomitmen memberikan tempat tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana, sambil menunggu pembangunan hunian tetap di tahap berikutnya.
(HARMEN)
