Maninjau, KABA12 — Jajaran Direktorat Jendral Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHL KLHK) melakukan kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/6).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen PHL KLHK, Agus Justianto, Bupati Agam Andri Warman, Kepala Dishut Sumbar Yozawardi, Kepala Distan Agam Afniwirman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agam Arief Restu, jajaran KPHL Agam Raya, Forkopimca, walinagari, dan kelompok tani hutan.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan serah terima bantuan 45 stup lebah madu galo Galo jenis Itama kepada KTH Maninjau Lestari.

Dirjen PHL KLHK, Agus Justianto mengatakan, penanaman sejumlah pohon dari berbagai jenis itu bertujuan untuk mengimplementasikan program kebijakan nasional, yang termasuk dalam mendukung rehabilitasi lahan, serta memulihkan lahan mengalami degradasi.
“Selain itu, poin utama dalam penanaman pohon ini adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi efek pemanasan global,” katanya.
Ia menyebutkan salah satu upaya mengurangi emisi gas rumah kaca adalah dengan cara melakukan penanaman pohon. Hal ini dikarenakan pohon merupakan tanaman yang paling potensial meyerap karbon.

“Semakin banyak kita menanam pohon maka akan banyak juga kita mengurangi potensi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.
Sumando Rang Maninjau ini menambahkan, bahwa banyak program perhutanan sosial yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Program perhutanan sosial ini juga bisa menjadi mata pencaharian alternatif masyarakat di Maninjau selain dari KJA. Sehingga diharapkan adanya program-program perhutanan sosial dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman mengucapkan terimakasih kepada jajaran Ditjen PHL, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah memilih Maninjau sebagai lokasi penanaman pohon.
“Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kita karena Maninjau menjadi lokasi penanaman pohon pada program dari Ditjen PHL,” kata Andri Warman.
Menurutnya, program penanaman pohon tersebut diharapkan dapat mendukung pelestarian hutan sehingga kawasan hutan bisa lebih terjaga, sehingga bisa mengurangi potensi emisi gas rumah kaca dan pemanasan global.
“Kita juga berharap program perhutanan sosial ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Misalnya menanam pohon produktif, memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, hingga budidaya lebah madu galo -galo,” jelasnya.
(Bryan)
