Kunci Sukses itu Tebarkan Kebaikan

Oleh : Hasneril.SE
Kasubag Humas DPRD Agam

Sangat banyak orang yang bertanya apa kuncinya bisa hidup tenang seperti tidak ada punya beban, sangat mudah tersenyum, apabila ada beban persoalan tetap tenang, hidup pas-pasan juga tidak punya beban, rezeki dapat pagi habis sore tidak masalah yang penting halal.

Pertama, banyak -banyaklah menebar kebaikan kepada siapapun dan dimanapun. Jadilah orang yang bermanfaat bagi banyak orang dan sebarlah benih-benih kebaikan, lalu lupakan.

Menurut kita, orang kaya itu bukan orang yang banyak harta atau punya rumah dimana-mana. Orang kaya itu adalah orang yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Itulah orang kaya sesungguhnya.

Itulah orang kaya, datangnya dinanti orang lain, dirindukan, bukan dibenci dan diharapkan kehadirannya.

Kedua, nikmati hidup, apapun keadaannya, jangan mengeluh. Belajarlah berdamai dengan masalah. Kalau ada masalah, jalani dengan sabar dan tetap tenang tidak usah panik. Jalani dan lewati masalahnya dan JANGAN MENGELUH.

Alhamdulillah kalau kita telah merasakan bagaimana hidup ditimpa masalah, kita berusaha bagaimana bisa berdamai dengan masalah dengan berdoa dan berusaha. InshaAllah hidup tetap tenang dan santai.

Yang membuat hidup susah itu bukan masalahnya, tapi sikap kita terhadap masalah tersebut. Kita tidak mau berdamai dengan masalah, terima masalah dengan tenang karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, apabila setiap ada permasalahan kita tidak terima dengan tenang dan sabar itulah yang membuat hidup jadi stress.

Setidaknya ada dua keahlian yang harus kita miliki agar bisa menikmati hidup ini. Kita harus punya keahlian dalam menjemput rezeki, perbanyak sahabat, Setelah itu harus punya keahlian dalam menghabiskan rezeki di jalan yang benar.

Jangan hanya sibuk dan hanya pandai mencari uang tapi tidak pandai cara membelanjakan uang dan takut akan miskin untuk beramal, tidak sempat membantu orang lain bahkan tidak sempat menikmatinya berarti kita telah diperbudaknya oleh dunia .

Apalagi pandai hanya untuk menghabiskan uang tapi tidak pandai menjemput rezeki, itu bakalan susah hidupnya. Hidup harus seimbang.

Ketiga, jangan berbohong sama istri, introspeksi diri. Apa yang kita lakukan jika sedang tidak bersama istri?

Apakah selingkuh di belakang istri atau tidak? Istri emang tidak melihat kelakuan dan tidak bisa memantau kelakuan kita 24 jam. Tapi Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Buatlah bahagia istri kita, maka hidup kita akan bahagia, sebisa mungkin sebulan sekali kita refreshing bersama sama keluarga atau istri kita agar bisa menikmati hidup.

Allah itu menciptakan dunia dengan fasilitasnya agar bisa kita nikmati. Jadi manfaatkan, jangan disibukan kerja untuk dunia lupa akhirat.

Jangan waktu susah ingat keluarga, waktu senang, ingatnya sama teman-teman. Bahagiakan dulu keluarga, terutama istri dan orang tua (bagi laki-laki). Kalau istri bahagia, doanya bakalan dikabulkan oleh Allah untuk kita.

Rajin-rajinlah memberi kepada anak yatim atau fakir miskin, jangan pernah sombong dan riya, ketahuilah nasib kita esok kita tidak akan tahu, terkadang orang yang pernah kita bantu manatahuan suatu saat dialah yang akan menolong kita,

Banyak orang diwaktu dia sedang jaya-jayanya Allah berikan dia ujian, diwaktu dia jaya disering menolong orang lain dengan bermacam-macam pertolongan, dia tidak pernah meminta dan mengharapkan imbalan tapi semuanya dia lakukan karena Allah semata, karena rajin menolong orang lain diwaktu dia jatuh, Allah membuka pintu rezeki yang tidak diduga-duga bahkan orang yang dulu pernah dia bantu itulah yang menolongnya kembali.

Jangan takut memberi, jangan takut menolong orang lain suatu saat kita juga butuh pertolongan orang lain, banyak-banyak menolong InshaAllah kita juga akan mendapat pertolongan dari orang lain. Perbanyaklah tersenyum, karena senyum itu bagian dari ibadah, senyuman yang Ikhlas menunjukan hati yang bersih dan suci,dengan senyuman kita bisa menambah sahabat dimana -mana, berusahalah bila bertemu dengan orang lain lebih dulu mengucapkan salam.

Manusia dianggap mulia bukan karena hartanya,bukan karena jabatannya ,bukan pula karena bentuk dan rupanya , Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kamu dan tidak melihat kepada bentuk kamu,akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatan Kamu”(HR.Muslim)

Keimanan seseorang diukur dari sikap empatinya kepada saudara-saudaranya “Kamu tidak beriman ,hingga kamu menyayangi saudaramu seperti menyayangi diri sendiri” (HR.al-Bukhari dan Muslim.

Semoga bermanfaat..

0Shares