Manggopoh, KABA12 — Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, melakukan kunjungan ke Markas Yonif TP 897/Singgalang di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sabtu (13/6).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi dan penguatan sinergi program ketahanan pangan bersama pihak Yonif TP 897/Singgalang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam, serta pemerintah daerah setempat.
Kegiatan yang juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Agam Ny Mery Benni Warlis tersebut menjadi momentum silaturahmi kelembagaan sekaligus membahas berbagai peluang kerja sama dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Dalam pertemuan itu, para pihak membahas sejumlah potensi kolaborasi, khususnya terkait pemanfaatan lahan produktif, pengembangan sektor pertanian, serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki masing-masing instansi untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, menyampaikan bahwa perkembangan program ketahanan pangan yang telah dijalankan di lingkungan Rutan berjalan dengan baik.
Ia menjelaskan program tersebut juga melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembinaan kemandirian berbasis pertanian dan perkebunan.
“Kami terus berupaya mengembangkan program ketahanan pangan di lingkungan Rutan dengan melibatkan WBP dalam kegiatan produktif. Selain mendukung program pemerintah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan,” ujarnya.
Pihaknya juga berkomitmen terhadap upaya penguatan ketahanan pangan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan,pihak Yonif TP 897/Singgalang juga menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program ketahanan pangan melalui sinergi yang terbangun antarinstansi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud kolaborasi yang semakin kuat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan, meningkatkan efektivitas pembinaan kemandirian WBP di bidang pertanian dan perkebunan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
“Kunjungan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kegiatan pertanian produktif dan semakin memperkuat dukungan serta sinergi antarinstansi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Agam,” jelasnya.
(Bryan)