Lubukbasung, kaba12 — Ternyata masih ada anak-anak usia beliau tak bisa bersekolah di kabupaten Agam akibat keterbatasan biaya. Fakta ini menjadi ironi memilukan, ditengah gencarnya Bupati Agam menggembar-gemborkan program peningkatan mutu SDM melalui pendidikan.
Faktanya,temuan warga yang direspon Kasat Intelkam Polres Agam di Dudun Bancah Paku, Jorong Bancah Taleh, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung. Akibat keterbatasan ekonomi orangtua-nya Anissa yang mestinya duduk di kelas III Sekolah Dasar itu harus gigit jari tidak bisa bersekolah karena tidak ada biaya.
Kondisi ini, ditemukan Kasat.Intelkam AKP.Roni yang bersama ketua PWI Agam Romi Firmansyah mendatangi keluarga Maswendi, ayah sambung Anissa yang diberikan bantuan tali alih di bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, Senin,(3/4).
AKP.Roni sendiri mengaku kaget mendapat laporan itu, bahkan secara spontan langsung bertekad membantu kelanjutan sekolah Anissa dengan membantu kelengkapan sekolah, baju sekolah dan akan langsung mengurus ke sekolah Anissa sebelumnya, “ siap lebaran, Anissa harus kembali ke sekoalh, “ sebut Roni serius.
Mendengr hal itu, Annisa yang hadir saat penyerahan bantuan tali asih Sat.Intelkam Polres Agam di kediamannya, mukanya terlihat cerah dan langsung senang, karena dia mengakau ingin bersekolah seperti teman-temannya.
Maswendi Hanya Buruh Semprot
Dalam kunjungannya ke kediaman Maswendi, Kasat Intelkam Polres Agam seperti relis yang diterima kaba12, menyebutkan, Maswendi sendiri merupakan buruh semprot di ladang-ladang milik warga dengan pendapatannya yang sangat minim.
Untuk menutupi biaya hidup sehari-hari saja, dia mengaku kewalahan, karena dari hasil kerja serabutan, sehingga dia tidak bisa bekerja rutin setiap hari, apalagi kondisi pisik Maswendi yang sering sakit-sakitan.
Kepada Kasat Intelkam Polres Agam, Maswendi menyebutkan, dia tinggal menumpang di rumah papan milik keluarganya bersama dua anak, istrinyasaat ini dalam kondisi sakit dan tinggal di rumah orangtuanya.
Sementara Annisa adalah anak sambung dari Maswendi, yang dirawatnya karena kondisi ekonomi keluarga istrinya juga sangat pas-pasan, “ jangannya untuk biaya sekolah, untuk makan saja susah pak, “ sebut Maswendi dengan nada pelan.
Mendapati kondisi itu, AKP.Roni yang prihatin, mengaku siap membantu, khususnya untuk kembali menyekolahkan Anissa yang mestinya sudah duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar, “ mudah-mudahan usai lebaran, Anissa sudah bisa kembali bersekolah, “ungkap serius.
HARMEN
