Sungai Jariang, kaba12.com — Terkesan dibiarkan pemerintah setelah sempat viral Januari 2022 lalu, kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung,makin menguatirkan.
Bahkan, saat ini mayoritas kompleks makam sudah ambruk dihantam gerusan air bah terutama di bagian tebing sungai Batang Lolo persis dibawah kompleks makam tersebut. Ditaksir, sudah lebih 5 meter areal makam ambruk akibat longsor di tebing tepi sungai.
Untuk antisipasi, sebagian warga yang keluarganya dimakamkan di areal tersebut sudah memindahkan makam ke lokasi lain, sebagian memindahkan ke bagian depan kompleks, namun banyak yang membawa kerangka mayat keluarga mereka ke kampung halaman masing-masing.
Informasi terkini yang diperoleh kaba12.com, Rabu, (8/2), mayoritas kompleks makam sudah ambruk digerus sungai, bahkan dari kejauhan sudah terlihat juntaian kain kafan yang memutih di dinding tebing yang runtuh, sehingga mengundang kengerian tersendiri bagi warga.
Terkait dengan adanya laporan warga tersebut, menyusul makin tingginya volume longor dikompleks TPU Pemkab.Agam itu, pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung Indranova Dt.Panduko Basa waktu dikonfirmasi kaba12.com membenarkan kondisi itu.
Disebutkan, pihaknya sesuai laporan warga tentang semakin luasnya areal TPU Pemkab.Agam yang ambruk digerus air, sudah membuat laporan kejadian pada BPBD Agam, “ pasca hujan lebat beberapa waktu lalu, yang beberapa hari terakhir cuaca cerah, sehingga membuat tebing kompleks malam mudah terkikis, sehingga longsor makin bertambah, “sebutnya.
Indranova Dt.Panduko Basa membenarkan, kompleks TPU Pemkab.Agam itu sudah makin banyak yang ambruk, bahkan sejak Januari 2022 lalu, volume longsor juga semakin bertambah, karena upaya antisipasi belum bisa dilakukan, khususnya untuk mendam dan mengalihkan aliran air sungai Batang Lolo yang kerap membesar jika curah hujan tinggi.
Terkait adanya informasi, munculnya juntaian kain kafan yang memutih di dinding tebing yang runtuh di kompleks makam itu, Indranova Dt.Panduko Basa tidak memberi pernyataan resmi, “ kami akan meninjau ke lokasi besok siang, untuk memastikan laporan itu, “ tegasnya serius.
Sementara kompleks TPU Pemkab.Agam yang beberapa tahun lalu mulai “dihuni” pasca banyak warga yang dimakamkan di kompleks pemakaman umum tersebut, pasca terpapar virus Covid-19 dan menjadi kawasan pemukiman warga tanpa identitas (mister X) karena berbagai masalah.
Saat ini, kondisi makam itu makin memprihatinkan, karena seluruh areal terancam ambruk ke sungai Batang Lolo.
HARMEN
