Lubukbasung, kaba12.com — Jajaran Komite SMAN 1 Lubukbasung sebelumnya sudah bereaksi menyusul tidak masuknya data siswa sekolah tersebut dalam program Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2023 yang harus diinput melalui sistim yang sudah disosialisasikan sejak lama oleh pemerintah pusat.
Diduga akibat kelalaian manajemen sekolah, sistim SNBP tidak bisa diakses oleh sekolah maupun siswa, sehingga berdampak terhadap 118 orang siswa berprestasi dari seluruh kelas yang sejak lama mengidamkan bisa lolos ke berbagai perguruan tinggi idamannya tanpa tes jadi buyar, karena peluang untuk bisa masuk ke sistim yang ada tidak habis masa prosesnya.
Hal itu ditegaskan Khairul Koto,S,Sos, salah seorang anggota Komite SMAN 1 Lubukbasung waktu dikonfimasi kaba12, Selasa,(14/2) menyusul reaksi para walimurid yang sudah berlangsung sejak Senin,(13/2) pada pihak sekolah, terkait gagalnya para siswa masuk ke perguruan tinggi melalui sistim prestasi (siswa undangan).
Bahkan, “ heboh “ masalah itu disebutkan Khairul Koto sudah terjadi sejak pekan lalu, karena banyak protes dari para siswa dan walimurid, terkait masalah tersebut, termasuk laporan yang masuk ke komite sekolah yang mengadukan persoalan tersebut.
Menyikapi kondisi itu, jelas Khairul Koto, pihaknya sudah bertemu secara khusus dengan kepala sekolah untuk meminta klarifikasi sekaligus mencari solusi terkait persoalan itu,” kami minta hal itu diselesaikan hingga tuntas, bahkan meminta kepala sekolah untuk mencari solusi, agar para siswa yang diproyeksikan masuk dalam seleksi itu bisa kembali terbuka. Kapan perlu, urus sampai ke Kementrian di Jakarta, “ tegasnya serius.
Khairul Koto juga mengklarifikasi terkait pemberitaan kaba12.com, terutama tentang jadual mendaftar mulai tanggal 9 Januari 2023 dan ditutup 9 Februari 2023 pukul 15.00 WIB, termasuk jumlah siswa yang mestinya ikut mendaftar dalam sistim yang akan diinput mencapai 70 ribu-an siswa dari 3 ribu sekolah di Indonesia.
Sementara kepala SMAN 1 Lubukbasung Hilda, SE,MPdE, yang baru Selasa,(14/2) merespon konfirmasi kaba12, menyebutkan akan menjelaskan secara detail terkait persoalan itu Rabu, (15/2) besok.

Pasalnya, saat rombongan Wartawan mendatangi SMAN 1 Lubukbasung termasuk tim kaba12, Hilda, sedang tidak berada di sekolah karena tengah mengikuti serangkaian kegiatan, baik di Polres Agam acara penandatangan MoU dengan Polres Agam dan kegiatan lain di Padang.
“ Kita akan jelaskan pada semua pihak termasuk pada Pers. Lagipula, masalah itu sedang kami urus, “ulasnya.
HARMEN
