Kian Sengit, Nofrizon Serang Balik Irwan Fikri Usai Diminta Mundur Dari DPRD Sumbar

Lubukbasung, KABA12 — Anggota DPRD Sumatera Barat, Nofrizon kembali menyerang balik lawan politiknya Irwan Fikri setelah dirinya diminta mundur secara gentleman sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Nofrizon menyebut bahwa permintaan dirinya mundur oleh Irwan Fikri yang merupakan politisi Partai Demokrat baru diketahui dari berbagai pemberitaan media massa.

“Perihal saya diminta mundur oleh bapak Irwan Fikri sebagai anggota DPRD secara gentleman, saya katakan bahwa saya cuma tahu dari media bahwa saya telah dipecat sebagai anggota partai Demokrat. Dan sampai sekarang surat pemecatan tersebut belum pernah saya terima,” kata Nofrizon dalam keterangan pers secara tertulis, Senin (29/5)

Ia mengatakan, terkait pemberhentiannya sebagai anggota DPRD Sumbar, menurutnya itu semua mempunyai mekanisme aturan yang berlaku di NKRI.

“Yang meng SK kan saya sebagai anggota DPRD Sumbar adalah Menteri Dalam Negeri, bukan dari partai Demokrat. Jadi surat pengunduran diri saya sebagai kader dan anggota partai sudah saya antarkan langsung ke DPP Demokrat di Jakarta hari ini, yang tembusannya disampaikan kepada internal partai Demokrat, DPP, DPD, serta KPU RI dan KPU Sumbar,” ungkapnya.

Ia mengakui telah menyurati Ketua Partai Demokrat sejak tanggal 16 Februari 2023 dengan maksud agar tidak didaftarkan lagi jadi caleg DPRD Sumbar dari partai Demokrat. Selain itu dirinya juga membantah telah dipecat dari partai berlogo Mercy itu.

“Surat pemecatan tersebut sampai sekarang belum pernah saya terima. Namun yang pasti sejak tanggal 16 Februari 2023, saya sudah menyurati Ketua Partai Demokrat agar tidak didaftarkan jadi Caleg DPRD,” sebutnya.

Lebih lanjut disebutkan, dirinya secara pribadi merasa hubungan emosionalnya dengan Irwan Fikri masih baik-baik saja. Namun terkait adanya perbedaan persepsi atau pendapat dalam dunia politik, itu adalah hal yang biasa.

Selain itu, ia menilai keterangan pers Irwan Fikri di Lubukbasung pada Minggu (28/5) kemarin soal kemundurannya dari jabatan Wakil Bupati Agam dan menanggapi statement dirinya (Nofrizon) adalah sebuah hal yang aneh dan lucu.

“Keterangan pers bapak Irwan Fikri itu tidak masuk dalam akal dan pikiran politik saya. Harapannya mudah-mudahan bapak Irwan Fikri tidak masuk dalam PAP dan perangkap kepentingan politik, sehingga tidak menjadi korban nantinya,” ujar Nofrizon.

Ia menyebut, apabila terjadi sistem Pemilu proporsional maka nantinya, setiap orang akan memilih partai politik, bukan nama Caleg.

“Apalagi saya dengar bapak Irwan Fikri tidak caleg nomor 1, maka saya mengibaratkan bapak seperti pepatah Minang yaitu “Lah tarambau, diimpik janjang pulo”,” sebutnya.

Nofrizon juga blak-blakan secara gamblang perihal Irwan Fikri yang pernah curhat kepadanya bahwa ia tidak diberi panggung di partai Demokrat. Bahkan Irwan Fikri juga berkeinginan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Agam agar lebih leluasa bergerak dalam program berikutnya.

“Saat pembukaan turnamen voli di Tampuniak Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, beliau (Irwan Fikri) pernah curhat ke saya bahwa ia tak diberi panggung di Demokrat, bahkan ingin menjadi Ketua Partai di Agam. Namun itu semua tidak diberi peluang oleh partai, sehingga saudara Ade Ria lah yang diangkat menjadi Ketua DPD Demokrat Agam,” terangnya.

Selain itu, anggota Partai Demokrat juga pernah curhat kepadanya bahwa Irwan Fikri yang dicalonkan dari partai Demokrat jadi Wakil Bupati Agam tidak memiliki kontribusi dan partisipasi untuk memenangkan Demokrat dalam Pemilu yang akan datang.

“Saat itu saya tidak bisa banyak memberi komentar tentang hal tersebut karena itu bukan ranah atau domain saya,” katanya.

Ia juga mempertanyakan jika seorang Irwan Fikri adalah politisi yang hebat, namun masih kalah saat Pemilihan Caleg 2019 lalu.

“Padahal jam terbang poltlitiknya jauh lebih tinggi daripada saya, seperti pernah menjabat ketua DPC PPP Kota Padang, anggota DPRD Padang, DPW PPP Sumbar, dan terakhir sebagai Wakil Bupati Agam. Jadi siapa pemenang sebenarnya?,” katanya.

Menurutnya, Irwan Fikri saat ini sudah tidak sabar lagi ingin mencoba duduk sebagai anggota DPRD Sumbar, dengan menunggu kursi hasil kemenangannya sebagai Caleg.

Disamping itu ia juga mengajak Irwan Fikri untuk kembali bertempur di dunia politik pada Pemilu 2024.

“Ayo kita bertempur lagi, kita buktikan siapa pemenangnya, saya atau bapak,” tegasnya.

Sebelumnya, Irwan Fikri menggelar konferensi pers pada Minggu (28/5) kemarin di Sakura Cafe Lubukbasung, terkait kemundurannya dari jabatan Wakil Bupati Agam yang menghebohkan masyarakat.

Saat itu ia juga menantang balik anggota DPRD Sumbar, Nofrizon yang menuduhnya tidak gentleman mundur dari jabatan wakil bupati.

Irwan Fikri saat itu sempat menantang Nofrizon untuk mundur sebagai anggota DPRD Sumbar. Hal tersebut dikarenakan Nofrizon kedapatan telah berpindah partai dari Demokrat.

“Saya berterimakasih pada bapak Nofrizon yang telah mengingatkan saya nilai -nilai sportifitas dan sikap gentle. Tentu saya juga tunggu sikap gentle dari pak Nofrizon, sikap sportifitasnya, tinggalkan hak dan kewajibannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,” kata Irwan Fikri kemarin.

Ia juga menyinggung bahwa Nofrizon telah pindah ke partai lain dan telah diberhentikan Partai Demokrat DPP Sumatera Barat. Menurutnya, jangan belum adanya proses PAW untuk dijadikan alasan bagi Nofrizon untuk belum mundur sebagai anggota legislatif.

“Ketika telah memegang kartu anggota partai lain dan sudah diberhentikan DPP dan tidak lagi menjadi kader Partai Demokrat. Tidak perlu juga berlindung dibalik proses PAW. Kalau saya rasa, ikuti saja langkah saya. Karena bapak utusan partai disitu,” sebutnya.

Irwan meyakini, Nofrizon telah mengajarkan dirinya untuk bersikap gentleman dan sportifitas.

“Saya yakin, karena bapak mengajarkan saya sikap gentleman dan sportifitas. Saya yakin beliau juga akan bersikap gentle dan sportif,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares