Lubukbasung, kaba12.com — Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra mengapresiasi tradisi “barantam” atau memotong hewan ternak pedaging bersama yang hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat di berbagai wilayah di kawasan Barat kabupaten Agam.
Tradisi yang sudah berlangsung sangat lama itu, selain sebagai bentuk suka cita dari warga muslim sebagai wujud syukur usai melaksanakan ibadah puasa, tradisi barantam itu, juga bagian dari semangat kebersamaan dan silaturrahmi yang terpelihara baik ditengah masyarakat.
Hal itu disebutkan ketua DPRD Agam Marga Indra Putra didampingi Kasubag.Humas-Protokol DPRD Agam Hasneril, menanggai masih bertahannya tradisi barantam atau memotong jawi bersama masyarakat sistim urunan/iyuran yang dilaksanakan menjelang hari raya Idul Fitri 1439 hijriah ini.
Disebutkan, hal-hal yang berbau tradisi, walau bagaimanapun kondisi ekonomi masyarakat, tetap akan dilaksanakan, walau dengan kesederhanaan. Hal itu, menunjukkan, tradisi itu menjadi bagian dari aktivitas rutin yang dilaksanakan masyarakat secara rutin.
Hal itu menurut Marga Indra Putra, harus terus dipertahankan dengan baik, karena makna yang terkandung dari semangat barantam itu, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daging untuk lebaran, tapi semangat kebersamaan, silaturrahmi dan perhatian yang besar terhadap moment hari besar keagamaan.
“Ini hal positif yang harus terus dipelihara dan harus didorong bersama, karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas silaturrahmi yang justru daerah lain tidak terlaksana,” sebut ketua DPRD Agam seperti disebutkan Hasneril itu.
Kegiatan barantam sapi pedaging untuk kebutuhan lebaran itu, cukup semarak di wilayah Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Palembayan. Walau volumennya menurun, namun aktivitas masyarakat H-2 menjelang lebaran, sudah terlihat menggeliat di berbagai tempat.
(Harmen)
