Kaba Terkini

Kematian Ikan KJA di Danau Maninjau Capai 552 Ton

Maninjau, KABA12.com — Jumlah kematian ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yang terjadi beberapa waktu lalu mencapai 552 ton.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, tercatat ada 4 titik lokasi yang mengalami kematian ikan secara mendadak, yaitu Nagari Koto Kaciak, Nagari Koto Gadang VI Koto, Nagari Koto Malintang, dan Nagari Tanjung Sani.

Ia menyebut, lokasi kematian ikan terparah terjadi di Aweh, Jorong Pasa Raba’a, Nagari Koto Kaciak yaitu sebanyak 300 ton.

“Sesuai data yang kami peroleh dari penyuluh perikanan, tercatat ada sebanyak 552 ton ikan KJA yang mengalami kematian secara mendadak. Data tersebut merupakan hasil pemantauan dilapangan per 14 Desember kemarin,” kata Handria Asmi kepada KABA12.com, Jum’at (17/12).

Handria menambahkan, total kerugian yang dialami para petani KJA akibat musibah kematian ikan massal itu diperkirakan mencapai Rp 11 miliar lebih.

Dengan rincian kematian ikan di Koto Kaciak sebanyak 300 ton kerugian Rp 6 miliar, Tanjung Sani sebanyak 50 ton kerugian Rp 1 miliar, Koto Malintang sebanyak 2 ton kerugian Rp 30 juta, dan Koto Gadang VI Koto sebanyak 200 ton kerugian Rp 4 miliar.

“Kematian ikan budidaya keramba jenis nila dan mas mulai terjadi pada Sabtu (11/12) hingga Senin (13/12) kemarin,” ujarnya.

Sementara itu bangkai ikan yang mati dibuang oleh petani KJA ke danau sehingga membuat pencemaran lingkungan di Danau Maninjau menjadi bertambah.

Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menghimbau para petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau karena akan berakibat pada pencemaran lingkungan.

“Kami sudah mengimbau kepada petani KJA agar tidak membuang bangkai ikan KJA ke danau, tapi dikubur di darat untuk mencegah pencemaran,” ungkapnya.

Salah satu faktor penyebab terjadinya kematian massal ikan KJA adalah akibat cuaca yang sering berubah-ubah disertai angin kencang. Kondisi itu membuat endapan sedimen sisa pakan ikan dan zat beracun lainnya naik ke permukaan, sehingga menyebabkan oksigen di dalam danau berkurang.

“Kurangnya kadar oksigen di dalam danau biasa disebut dengan istilah fenomena upweeling atau pembalikan massa air. Sebelum mati, ikan-ikan itu akan mengalami pusing dan mengawang ke permukaan danau,” ujarnya.

(Bryan)

To Top