Bukittinggi, KABA12.com — RT se-Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguk Panjang, melaksanakan gotong royong (Goro) massal dimasing masing lingkungan RT setempat, Minggu (28/04).
Goro massal yang dilaksanakan secara serentak dimulai sekitar pukul 07.30 WIB.
Lurah Tarok Dipo, Yelrizon didampingi Kasi Tata Pemerintahan Aidil Taufick mengatakan, goro massal yang dilaksanakan warga pada 25 RT yang tersebar di Kelurahan Tarok Dipo ini, disamping bertujuan untuk menyambut bulan suci ramadhan, juga bertujuan untuk mewujudkan Kelurahan Tarok Dipo yang bersih, indah dan sehat. Dalam pelaksanaan goro, warga di masing masing RT membersihkan perkarangan dan lingkungannya, dengan lokasi goro jalan jalan lingkung, drainase, masjid dan mushala.
Goro ini juga melibatkan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bukittinggi dalam hal pengangkutan sampah. “Alhamdulillah, warga di masing masing RT turut mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan goro massal yang dilaksanakan. Melalui goro secara serentak ini, diharapkan dapat melestarikan nilai- nilai budaya goro masyarakat dilingkungan RT se Kelurahan Tarok Dipo,” ujar Yelrizon.
Dalam kegiatan goro itu, Yelrizon juga mengajak warga di masing masing RT untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari lingkungan rumah sendiri dan lingkungan sekitar, yang pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan sehat.
Menurut mantan lurah teladan Garegeh ini, permasalahan lingkungan yang krusial ditengah-tengah warga itu adalah masalah sampah dan saluran drainase. Sebab, jika saluran drainase telah dipenuhi tumpukan sampah, tentu drainase yang ada akan tersebut dan berakibat terhadap genangan air/banjir. Untuk itu diharapkan kepada warga untuk tidak membuang sampah ke saluran drainase, dan buanglah sampah tersebut ketempat yang telah disediakan.
Ia juga mengharapkan kepada warga untuk bisa mengolah sampah itu bernilai ekonomis dengan cara mendaur ulangnya. Sebab tujuan pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomi ini, tentu dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
“Pengolahan sampah itu dapat dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Untuk sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang beharga seperti kertas, kardus, botol plastik, kaleng dan lainnya,” ujar Yelrizon, yang baru saja menjabat sekitar 1 satu bulan sebagai Lurah Tarok Dipo tersebut.
Yelrizaon juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Tarok Dipo, atas dukungan yang diberikan selama satu bulan ini dalam menjalankan tugas di kelurahan Tarok Dipo. “Semoga dukungan yang diberikan menjadi motivasi kedepannya untuk menjalankan tugas lebih baik lagi, demi kemajuan kelurahan Tarok Dipo,” pungkasnya.
Selain Tarok Dipo, beberapa kelurahan lain juga melaksanakan kegiatan yang sama di setiap RT nya.
(Ophik)
