Maninjau, kaba12.com — Kawasan kelok 44 jalur utama ruas Maninjau- Bukittinggi kembali merimba. Kondisi ini mengganggu aktivitas pengguna jalan yang semakin padat melintasi kawasan itu.
Pantauan kaba12.com, Selasa, ruas jalan kelok 44 yang menjadi ikon daerah itu beberapa waktu belakangan semakin padat namun ruas jalan itu justru semakin sempit ditutup ilalang dan rumput liar yang mengepung ke tengah jalan.
Hal itu kerap memicu keributan bagi pengguna jalan, karena banyak nyaris bersenggolan karena pengendara sengaja menghindari ilalang dan kayu-kayu di tepi jalan yang masuk ke tengah jalan.
” Harus semakin banyak sabar, karena jika dipaksakan bisa terjadi tabrakan, biar kendaraan saya yabg rusak tergores ilalang,” sebut Risman, seorang pengemudi.
Kondisi ruas kelok 44 yang dibanggakan sebagai salah satu ikon wisata Sumbar itu juga makin muram karena tidak terurusnya taman-taman OPD Pemkab Agam yang merimba.
Taman-taman OPD ini justru beberapa waktu belakangan yang mempercantik kawasan kelok 44, sehingga para pengguna jalan semakin nyaman. Tak jelas apakah ada rencana pembenahan taman-taman itu.
HARMEN
