Maninjau,kaba12 — Jalur jalan propinsi di ruas kelok 44 semakin berbahaya, menyusul masih belum adanya penanganan siginifikan di sepanjang jalur jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025 lalu.
Mayoritas titik di ruas jalan yang menjadi ikon wisata Nasional tersebut, makin banyak yang rawan, selain dampak longsor setidaknya di 5 titik, terutama di ruas kelok 8-10, ruas kelok 32, ruas kelok 43 dan 44, yang sangat rentan memicu musibah.
Kondisi “mengerikan” itu diperparah oleh pohon tumbang di kelok 10, Senin, (8/6/2026) malam, dampak hujan lebat yang terjadi Minggu dan Senin siang, yang diduga membuat tekstur tanah yang sebelumnya gembur dan rapuh akibat cuaca panas, terpicu hujan, membuat kekuatan akar pohon besar makin labil.

Dampak pohon besar yang tumbang tersebut, membuat akses jalan di ruas jalan yang sebelumnya ambruk dihantam longsor, justru semakin membuat ngeri, pasalnya batang pohon besar itu justru menutupi sebagian badan jalan, sehingga membuat akses jalan yang tingga setengah akibat longsor, justru semakin sempit.
Informasi yang diperoleh kaba12 dari Miswardi, TKSK Maninjau,pohon besar tumbang persis di tikungan kelok 10 menutupi sebagian badan jalan yang ambruk, sehingga makin mempersempit akses jalan, “pengguna jalan diminta lebih berhati-hati dan lebih waspada, “sebutnya.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap pengguna jalan, pihaknya bersama Walijorong Pasar Maninjau Didy Febrianto, personil polisi dan TNI bersama warga setempat, langsung melakukan proses pembersihan, agar akses jalan tidak begitu terhambat.
Ruas jalan di kelok 44 yang saat ini masih belum dilakukan penanganan oleh pihak terkait di Pemprov. Sumbar, kondisinya justru semakin menguatirkan. Di banyak titik longsor, dan potensi runtuhnya jalan masih sangat tinggi, pasalnya kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Agam.
(HARMEN)