Kasus Perundungan Jadi Perhatian DPRD Agam, Epi Suardi : Kita Akan Minta Penjelasan

Lubukbasung,kaba12 — Kasus perundungan menimpa Anak AK, yang dilakukan oleh beberapa oknum siswa SMPN 6 Lubukbasung, Selasa, (24/10) lalu, menjadi perhatian khusus oleh kalangan DPRD Agam.

Banyak anggota DPRD Agam yang mengungkap keprihatinan, bahkan kekecewaan menyusul terjadinya kasus perundungan yang justru terpublikasi di media sosial, yang diyakini akan berdampak luas bagi seluruh aspek di daerah yang tengah gencar mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Mayoritas anggota DPRD Agam berharap, kasus itu bisa diselesaikan dengan baik sesuai aturan yang berlaku, dan berhasil para pelaku perundungan jika dijatuhi sangsi pembinaan, dengan harapan kasus-kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

Bahkan untuk mempertajam hal itu, beberapa anggota DPRD Agam berencana akan meminta penjelasan pada pihak terkait terutama Disdikbud.Agam dan SMPN 6 Lubukabsung termasuk langkah penanganan yang dilakukan untuk membantu korban perundungan untuk pemulihan mental dan langkah pembinaan yang dilakukan pada para pelaku.

Seperti diungkap Epi Suardi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Agam yang mengaku sangat prihatin dan kecewa dengan terjadinya kasus perundungan tersebut.Prihatin, karena masalah itu terjadi ditengah upaya pemerintahan daerah tengah gencar mendorong terlaksananya program peningkatan mutu pendidikan, peningkatan SDM bidang keagamaan dan program rumah tahfizd yang mestinya bisa menjadi benteng terhadap perilaku yang melanggar norma dan etika.

Disebutkan Epi Suardi, anggota DPRD Agam –Dapil I dari Partai Hanura itu, pihaknya meminta pimpinan dewan untuk mengundang Kepala Disdikbud Agam, kepala SMPN 6 Lubukbasung dan unsur terkait lain dalam masalah tersebut, untuk menjelaskan secara detail pada DPRD Agam terkait masalah yang terjadi, termasuk upaya yang dilakukan.

Ditambahkan, sebagai wujud perhatian dan keprihatinan terhadap kejadian tersebut, pihaknya berupaya memberi dorongan penyelesaian masalah itu dengan baik, tidak hanya dengan menjaga kondisi mental korban, tapi juga memberi perhatian terhadap pembinaan dan pembenahan perilaku terhadap para pelaku agar kasus serupa tidak terulang.

“ Kasus ini mesti jadi perhatian kita bersama. Kami akan meminta penjelasan dari Kadisdikbud.Agam dan unsur terkait, termasuk akan membahas solusi terbaik yang harus dilakukan bersama kedepan, karena mereka adalah generasi masa depan kemajuan daerah ini, “ tegas Epi Suardi serius.

-HARMEN-

0Shares