Lubukbasung,kaba12 — Kasus perundungan yang terjadi di Selasa,(24/10) yang melibatkan oknum siswa SMPN 6 Lubukbasung menjadi perhatian serius Pemkab.Agam. Bahkan Bupati Agam, melalui Sekab.Agam H.Edi Busti, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut, dan diharapkan bisa diselesaikan dengan baik.
Bahkan untuk penanganan di lapangan, Bupati Agam sudah menginstruksikan unsur terkait baik dari Dinas Pendidikan-Kebudayaan Kabupaten Agam, Dinas Dalduk-KB-PP-PA Agam ( perlindungan anak) yang bersinergi dengan pemerintah nagari bersama sekolah untuk mencari penyelesaian terbaik, bersama orangtua dan tokoh masyarakat.
Diharapkan, kasus-kasus serupa tidak tidak lagi di kabupaten Agam, mengingat sejak lama seluruh sekolah, melibatkan berbagai pihak, baik orangtua, komite sekolah, pihak kepolisian, tim perlindungan anak dan berbagai lembaga lain, sudah sejak lama berupaya mengantisipasi terjadinya bullying ( perundungan ) anak-anak usia sekolah tersebut.
Seperti disebutkan Sekab.Agam H.Edi Busti, yang menyebutkan ,kasus perundungan itu menjadi perhatian serius pihaknya di Pemkab.Agam, bahkan secara khusus Bupati Agam Dr.Andri warman yang tengah bertugas di luar daerah, langsung menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan berharap, pihak terkait segera menuntaskan masalah tersebut dengan baik.
Dijelaskan, Pemkab.Agam dengan program unggulan peningkatan mutu SDM terutama bidang pendidikan dan agama, menjadikan masalah perundungan sebagai salah satu hal yang harus sejak dini diantisipasi, karena dengan semakin tingginya pemahaman ilmu dan agama, hal-hal yang berpotensi merugikan orang lain dengan sendirinya bisa diantisipasi.

Ditambahkan H.Edi Busti, Pemkab.Agam melalui Disdikbub.Agam, Dalduk.KB-PP-PA Agam, pemerintah nagari bersama semua elemen yang ada dalam masyarakat, terus berupaya membangun suasana sejuk dan nyaman dalam kegiatan pendidikan, dibuktikan di seluruh sekolah, sosialisasi dan kampanye anti perundungan selalu dilakukan, sehingga diharapkan berbagai hal yang berpotensi merugikan para siswa dan murid bisa diantisipasi sejak dini.
Diakui Sekab.Agam itu, kasus yang terjadi di Garagahan, Lubukbasung melibatkan beberapa oknum siswa SMPN 6 Lubukbasung itu mengundang keprihatinan mendalam, bahkan hal itu disebutkannya sebagai pil pahit yang mesti jadi pengalaman berharga bagi semua pihak.
H.Edi Busti berharap, seluruh unsur terkait termasuk orangtua para siswa untuk menjadikan kasus itu sebagai catatan penting dalam upaya bersama untuk lebih memaksimalkan perhatian, kepedulian, pengawasan dan perlindungan bagi semua pihak, terutama anak-anak dalam menjalankan aktivitasnya.
” Perlu kajian dan evaluasi bersama dalam konteks perhatian, kepedulian dan pengawasan terhadap berbagai aktivitas anak. Jangan biarkan anak-anak kita larut dengan dunianya tanpa perhatian dan pengawasan, pengaruh kemajuan tekhnologi informasi menjadi tantangan tersendiri yang harus kita antisipasi dan awasi bersama. Awasi anak, ajak berdiskusi, bangunan harmonisasi dan komunikasi yang baik, sehingga hal-hal yang kemungkinan bisa merugikan anak bisa terdeteksi dengan cepat, sehingga orangtua bisa mengambila langkah antisipasi dengan cepat, “ sebut H.Edi Busti lagi.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, kasus perundungan yang terjadi Selasa, (24/10) viral di media sosial, dan sudah dilakukan pertemuan pihak sekolah, melibatkan tokoh masyarakat, kalangan ninik mamak dan pihak Polres Agam, bersama tim Perlindungan Anak dan Disdikbud.Agam, untuk mencari penyelesaian bersama.
-HARMEN-
