kartini 3

Bagi seorang perempuan,  sebagai seorang ibu, istri yang mandiri, bisa berkarya, berkarir sebagai pendamping suami dan ibu anak-anak, tanpa menuntut haknya disamakan dengan pria, karena perempuan harus ingat kodratnya.

Menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Agam itu, akhir-akhir ini arti emansipasi dipersempit sebagai kesetaraan gender, “jelas ini salah, dari segi fisik, emosi, dan fungsi tugas yang dijalankan saja antara perempuan dan laki-laki jauh berbeda, hanya dihadapan Allah saja kita semua manusia dipandang sama, yang membedakan itu hanyalah ibadah kita kepada-NYA,” tegas Wakil Ketua HIMPAUDI Sumbar itu.

Perempuan kelahiran Muaro Labuah,  25 April 1970 itu mencontohkan dengan kehidupan yang ia jalani.Memiliki segudang aktifitas dan kesibukan sebagai istri seorang Bupati, yang secara langsung juga harus mengemban jabatan fungsional sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, serta harus menjalankan tugas dan tanggungjawab lainnya dalam jabatan organisasi kewanitaan, membuat harinya sebagai Ibu rumahtangga menjadi tersita.Namun hal itu tidak menjadi persoalan bagi Ibu empat orang anak ini.

“Meski sibuk dengan aktifitas organisasi yang mengharuskan bertemu dengan masyarakat banyak, namun tanggungjawab akan kodrat sebagai istri dan seorang ibu bagi anak-anak tidak pernah ibu lupakan dan tinggalkan,” ungkapnya.

Bagi Vita, keluarga adalah segalanya. Sukses menjalani seluruh aktifitas sosial kemasyarakatan berkat dukungan keluarga.”Waktu dengan keluarga nomor satu, mereka segala-galanya bagi Ibu. Namun ketika amanah jabatan memanggil, waktu yang menyesuaikan dengan kegiatan. Ibu akan lihat mana yang lebih prioritas,” sebutnya.

Dan terkadang, membagi waktu itu, dia harus dihadapkan pada dilemma, sehingga dia harus mencari skala prioritas, “ tapi yang utama adalah keluarga, itu fitrah dan wajib sifatnya, “ ulasnya.

Ny. Vita Indra Catri mengungkapkan, sukses dirinya dalam membagi peran hingga kini, juga berkat didikan yang ditanamkan oleh orangtuanya sejak kecil. Didikan ayahnya yang  seorang Pegawai Negeri Sipil, dan Ibu yang berlatar pendidikan sekolah agama, mengajarkannya untuk mandiri, memiliki kepercayaan diri,dan bertanggungjawab.

Halaman Selanjutnya…

To Top