Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi, didampingi Sekda, Camat Guguk Panjang dan sejumlah kepala OPD mengunjungi kawasan Stasiun yang sudah dibongkar oleh PT. KAI, Rabu (06/12) sore. Kunjungan itu didasari atas kepedulian dan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa warga Stasiun, khususnya para penyewa aset.
Kehadiran Walikota hanya disambut ketua RT 01 RW 01 dan pekerja sosial. Sementara warga terdampak terus mencoba mengumpulkan barang-barang yang bisa diselamatkan dari puing-puing pembongkaran.
Ujang, ketua RT 01 RW 01, kelurahan Tarok Dipo, kecamatan Guguk Panjang menjelaskan bahwa masih ada sekitar 80 KK yang didominasi pendatang, belum mendapat tempat tinggal untuk pindah.
“Beberapa warga juga ada yang masuk basis data terpadu (BDT). Selain itu banyak ibu hamil dan menyusui. Sementara mereka kita tempatkan di Mesjid Mubarak lantai dua. Sebagian lainnya juga ada di tenda. Mereka membutuhkan selimut dan beberapa kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias melihat situasi pasca pembongkaran itu, langsung memerintahkan dinas sosial untuk membantu kebutuhan seperti selimut dan susu untuk anak-anak, seperti yang disampaikan ketua RT. Selain itu, Ramlan juga akan mendesak PT. KAI untuk menyelesaikan uang kerohiman bagi para debitur yang belum menerima.
“Kami atas nama pribadi dan pemerintah turut prihatin. Kami mengerti apa yang dirasakan warga, tapi kami juga minta pahami posisi pemerintah yang tidak dapat berbuat banyak, karena tanah ini bukan milik pemda,” ujarnya singkat.
Secara spontan pun, Walikota memberikan bantuan pribadi untuk belanja dapur umum. Dinas sosial pun segera menyiapkan selimut dan sejumlah kebutuhan lainnya, terutama untuk anak-anak.
(Ophik)

Yang namanya bantuan tsb ditolak warga.jadi tidak ada bantuan tsb.karena warga butuh perhatian buat relaksasi atau tempat tinggal.warga bersedia menyewa kalau dibangun RUSUNAWA buat warga yang tergusur karena pembangunan Hotel dan BALKONDES