Kaba Terkini

Kajian Pemekaran Wilayah Berlanjut, Pemkab.Agam Gelar FGD

Lubukbasung, kaba12.com — Beragam kajian terjadi dengan rencana pemekaran wilayah kabupaten Agam terus berlanjut. Pemkab.Agam sendiri memberi dorongan terhadap aspirasi yang selama ini, terkait dengan pemekaran wilayah yang sudah cukup lama mengapung itu.

Salah satu dorongan yang dilakukan, Kamis kemairn, Pemkab.Agam menggelar Forum Group Diskusi (FGD) dan konsultasi public kajian tentang pemekaran kabupaten Agam di aula hotel Royal Denai, Bukittinggi.

FGD dan konsultasi public yang diikuti para camat, anggota BAMUS Nagari, tokoh masyarakat, kalangan ninik mamak dan unsur Bundo Kanduang itu, dibuka Rahman,S,Ip,MM, Asisten I Sekab.Agam mewakili Bupati Agam,

Dalam sambutannya, Bupati Agam menyebutkan, kegiatan yang digelar sepenuhnya merupakan moment tukar pikiran, berbagi informasi dalam rangka menyamakan persepsi terkait dengan rencana pemekaran kabupaten Agam.

Disebutkan, hasil diskusi public itu, diharapkan menjadi bahan kajian bersama yang akan diserahkan tim peneliti pada Pemprov.Sumbar dan pemerintah pusat, dalam upaya lebih memaksimalkan pembahasan sehingga rencana pemekaran wilayah itu bisa lebih matang.

“ Kami berharap FGD dan konsultasi public yang digelar, bisa menjadi bahan kajian bersama untuk memaksimalkan persiapan pemekaran wilayah kabupaten Agam yang sudah sejak lama mengapung itu, “ungkap Rahman lagi.

Sementara menurut Drs.Abdi Murtani Dt.Maruhun Basa, ketua panitia FGD-Konsultasi Publik Kajian Pemekaran Wilayah Kabupaten Agam, menjelaskan rencana pemekaran kabupaten Agam yang sudah mengapung sejak tahun 2005 lalu.

Wacana pemekaran wilayah itu, sebutnya sudah melalui beragam pembahasan dari berbagai tokoh masyarakat kabupaten Agam, yang juga sempat terkendala saat pemerintah pusat mengeluarkan keputusan moratorium yang menegaskan tidak bisa dilakukan pemekaran wilayah.

“Saat itu,sebagian besar nagari di Agam Timur, setuju dengan rencana pemekaran wilayah tersebut. dan saat ini, kami berencana kembali mengajukan permohonan pemekaran wilayah itu pada pemerintah pusat. Moment FGD ini diharapkan, muncul gagasan dan masukan, yang menjadi bahan kajian oleh tim peneliti untuk diajukan pada pemerintah pusat, “ ungkap Abdi Murtani.

Proses pemekaran wilayah kabupaten Agam itu sudah cukup lama mengapung, bahkan sudah melalui serangkaian pembahasan di berbagai moment, termasuk di DPRD Agam. Saat ini, upaya itu kembali berlanjut.

HARMEN

To Top