Palembayan, kaba12.com — Jumlah pengungsi dampak bencana gempa Pasaman yang berupaya menyelamatkan diri dari dampak susulan pasca bencana ke daerah Padang Tarok, Nagari Salareh Aia, kecamatan Palembayan, kabupaten Agam,Jumat malam ini terus bertambah.
Data sementara camat Palembayan Sabirun, tercatat sebanyak 200 orang warga asal Malampah, Pasaman yang mengungsi, setelah sebelumnya Jumat sore baru sebanyak 100 orang.
Untuk menampung jumlah pengungsi yang terus berdatangan, karena warga Malampah mengaku kuatir akan terjadinya dampak susulan akibat gempa dahsyat yang terjadi Jumat pagi tadi.

Disebutkan Sabirun, saat ini 200 warga asal Malampah, Pasaman sudah ditampung di mushalla, rumah penduduk dan beberapa lokasi lain untuk bermalam di daerah Padang Tarok yang lebih aman dari potensi ancaman dampak susulan pasca gempa berkekuatan 6,1 MMI tersebut.
Ditegaskan, sesuai perintah bupati Agam untuk membantu dan menyelamatkan para pengungsi, pihaknya sudah menyiapkan sarana yang ada untuk menampung para pengungsi.
Untuk kebutuhan makan malam ini, ulas Sabirun, pihaknya sudah menerjunkan tim PKK Nagari dan kecamatan untuk menyiapkan makan malam.

Dijelaskan, jumlah pengungsi diprediksi akan terus bertambah hingga malam ini, karena sesuai informasi dari para pengungsi, masih ada warga yang bersiap-siap bertolak ke Padang Tarok untuk mengungsi.
” Kita berupaya melayani warga terdampak musibah tersebut, sesuai perintah bupati Agam, warga terdampak dari Malampah itu ada dunsanak yang tengah dirundung musibah, ” sebut Sabirun lagi.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, dampak musibah gempa yang menguncang Sumbar, bahkan getarannya sampai dirasakan di Riau, Sumut, bahkan Singapura dan Malaysia Jumat pagi itu, menyebabkan 7 orang meninggal dunia, ratusan warga terluka dan ribuan mengungsi ke lolasi aman termasuk ke Padang Tarok, Palembayan, kabupaten Agam.
HARMEN
