Lubukbasung,kaba12 — Jumlah korban terdampak bencana banjir lahan hujan Gunung Marapi yang meluluhlantakkan 4 kecamatan di Kabupaten Agam masih terus bertambah. Informasi terakhir yang diperoleh kaba12,Senin, (13/5) malam terjadi penambahan jumlah korban jiwa menjadi 20 orang dan 3 warga masih belum ditemukan.
Penambahan jumlah korban meninggal tersebut, menyusul hasil pencarian yang dilalukan tim SAR Gabungan, dimana untuk seluruh daerah di Sumbar, informasi terakhir menyebutkan, jumlah korban meninggal mencapai 46 orang, 10 orang masih dinyatakan hilang. Kabupaten Agam menjadi daerah paling banyak korban meninggal yakni mencapai 20 orang dan 3 orang masih dalam pencarian, termasuk dari Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang Panjang.

Saat ini tercatat sebanyak 159 pengungsi yang ditampung di 3 lokasi pengungsian masing-masing di posko utama Bukik Batabuah, posko Sungaipua dan posko Galudua, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, dengankerusakan lahan pertanian seluas 101.45 hektar, 28 unit fasilitas umum (jalan, jambatan, irigasi dan pos pemuda), 186 rumah rusak (berat, sedang,ringan), 95 unit pertokoan, 2 unit fasilitas pendidikan, 4 unit fasilitas peribadatan, 18 unit kendaraan roda empat dan dua .
Data korban dan jumlah kerusakan yang terjadi diyakini masih berpotensi bertambah, mengingat tim gabungan masih melakukan proses pencarian terhadap korban yang hilang, termasuk data kerusakana sarana-prasarana akibat terjangan banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi tersebut.

Penambahan jumlah korban terdampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi itu dibenarkan Satria, Kadis Kominfo Agam saat dikonfirmasi kaba12 terkait update data jumlah korban hingga Senin, (13/5) malam.
Disebutkan, hingga Senin, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang, termasuk proses pendataan terhadap dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut. Warga yang sebelumnya dinyatakan hilang, berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga jumlah korban bertambah di kabupaten Agam.
Ditambahkan, proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan akan terus berlanjut, sesuai protap SAR yakni 6×24 jam, dimana proses pencarian masih akan berlanjut Selasa besok, “ mudah-mudahan seluruh warga yang masih dinyatakan hilang bisa segera ditemukan, “sebutnya.

Disisi lain, sesuai instruksi Bupati Agam, pihaknya menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan keluarga atau kerabatnya untuk segera melapor ke posko atau aparat terkait,” Kabupaten Agam membangun 3 posko penananan dampak bencana banjir bandang, masing-masing posko utama di Bukik Batabuah, posko Sungaipua dan posko Galudua, IV Koto, tim gabungan akan segera menindaklanjutinya, “ jelas Satria.
(HARMEN)
