Lubukbasung,kaba12 — Jumlah Hewan qurban yang akan disembelih warga dan berbagai kelompok masyarakat dalam rangkaian prosesi Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di Kabupaten Agam, tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Penurunan jumlah hewan Qurban cenderung terus menurun sejak pasca pandemic covid19, termasuk dampak kondisi ekonomi warga.
Informasi yang dihimpun kaba12, untuk tahun ini jumlah sapi Qurban di Kabupaten Agam mencapai 5.297 ekor dan kambing 222 ekor, dibanding tahun 2024 lalu, jumlah hewan sapi Qurban mencapai 5.379 ekor dan kambing 219. Kondisi ini, merata hampir di seluruh kecamatan di daerah ini, dengan angka yang fluktuatif di masing-masing kecamatan.
Prediksi penurunan jumlah hewan Qurban di Kabupaten Agam itu dibenarkan Arief Restu, Kadinas Pertanian Agam menjawab kaba12 di Lubukbasung.
Dijelaskan, dari total prediksi sapi Qurban yang mencapai 5.297 ekor dan 222 ekor kambing tersebut, data awal yang diperoleh Distan Agam masing-masing di kecamatan Lubukbasung mengalami peningkatan dengan jumlah sapi yang dipotong untuk prosesi qurban mencapai 528 ekor dan kambing 37 ekor, tahun 2024 lalu jumlah sapi Qurban 508 dan kambing 71 ekor.

Kemudian di Kecamatan Tanjung Mutiara, jumlah sapi Qurban mencapai 193 ekor dengan 5 ekor kambing, sementara tahun 2024 lalu, jumlah sapi Qurban 186 dan 4 ekor kambing. Di Kecamatan Tanjung Raya jumlah sapi yang dikurbankan waga mencapai 289 ekor dengan 38 ekor kambing, dibanding tahun lalu jumlah sapi qurban mencapai 291 ekor dan 33 ekor kambing.
Sedang di Kecamatan Ampek Nagari, jumlah sapi Qurban tahun ini mencapai 149 ekor dan 9 ekor kambing, sementara tahun lalu sebanyak 157 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Selanjutnya di Kecamatan Palembayan jumlah sapi Qurban mencapai 219 ekor dengan 32 ekor kambing, menurun dibanding tahun lalu dimana sapi qurban disembelih sebanyak 223 ekor dan 25 ekor kambing.
Kemudian di Kecamatan Matur, jumlah sapi qurban tahun ini mencapai 225 ekor dan 9 ekor kambing, naik dibanding tahun lalu dengan 231 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Di Kecamatan IV Koto juga sedikit mengalami penurunan,dimana tahun ini, jumlah sapi Qurban mencapai 331 dan 21 ekor kambing, sedang tahun 2024 lalu jumlah sapi Qurban 338 ekor dan 15 ekor kambing.
Untuk Kecamatan Malalak juga mengalami penurunan, dimana tahun ini sebanyak 71 ekor sapi dan 9 ekor kambing, sedang tahun lalu sebanyak 75 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Kemudian di Kecamatan Banuhampu diprediksi juga mengalami penurunan, dimana tahun ini tercatat sebanyak 560 ekor sapi dan 6 ekor kambing,sementara tahun lalu sebanyak 570 ekor sapi dan 4 ekor kambing.
Kemudian di Kecamatan Sungaipua diprediksi juga mengalami penurunan, dimana tahun ini jumlah sapi Qurban mencapai 302 ekor dengan 6 ekor kambing, sementara tahun lalu sebanyak 315 ekor dan 2 ekor kambing. Selanjutnya di kecamatan Ampek Angkek juga diprediksi mengalami penurunan, dimana tahun ini mencapai 658 ekor dengan 8 ekor kambing, sementara tahun lalu mencapai 674 ekor sapi dan 8 ekor kambing.
Di kecamatan Canduang juga mengalami penurunan, dimana tahun ini mencapai 255 ekor sapi dan 9 ekor kambing, sementara tahun lalu sebanyak 262 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Demikian juga di Kecamatan Baso, yang tahun ini sapi Qurban mencapai 387 ekor sapi dan 17 ekor kambing, menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 402 ekor dan 14 ekor kambing.
Selanjutnya di Kecamatan Kamang Magek juga mengalami penurunan, tahun ini sapi qurban sebanyak 412 ekor dan 2 ekor kambing, sementara tahun 2024 lalu mencapai 421 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tilatang Kamang, untuk tahun ini jumlah sapi Qurban mencapai 627 ekor dan 16 ekor sapi, sementara tahun lalu sebanyak 631 ekor sapi dan 12 ekor kambing, sedang di kecamatan Palupuah juga menurun, dimana tahun ini 97 ekor sapi dan 1 ekor kambing, sedang tahun sebelumnya sebanyak 101 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
Penurunan ini, sebut Arief Restu dampak dari kondisi ekonomi warga, tidak hanya yang berada di kampuang halaman tapi juga di perantauan, “seluruh data awal itu sudah kita himpun dan seluruh ternak yang akan dijadikan hewan Qurban sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang digariskan, “ tegas Kadistan Agam itu lagi.
Walau mengalami penurunan, namun perputaran dana dalam aktivitas hari raya Qurban tahun ini, diprediksi lebih dari Rp.106 miliar, dengan estimasi masing-masing 1 ekor sapi Qurban dihargai Rp20 juta dengan jumlah 5.297 ekor sapi yang akan dipotong, termasuk 222 ekor kambing dengan estimasi harga per ekor Rp.2,8 juta.
Penulis : Harmen
