JK ke Bukittinggi Minta Pedagang Ikut Aturan

Bukittinggi, KABA12.com — Dalam lawatannya ke Sumatra Barat untuk menerima gelar Doktor Honoris Causa dari UNP, mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla bersama istri, menyempatkan diri berkunjung ke Kota Bukittinggi.

Kedatangan tokoh penting negara itu, disambut Walikota dan Wakil Walikota bersama unsur Forkopimda serta Kepala SKPD se Kota Bukittinggi, di Istana Bung Hatta, Kamis (05/12) malam.

Setelah pertemuan ramah tamah di Istana Bung Hatta, Jusuf Kalla langsung meninjau pelaksanaan pembangunan Pasa Ateh yang terbakar 30 Oktober 2017 lalu. Mantan Wapres memuji desain Pasa Ateh yang dibangun dengan konsep green building.

Pembangunan kembali Pasa Ateh, juga dilaksanakan atas dukungan dari Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan satu hari setelah kebakaran pun, Jusuf Kalla langsung turun ke lokasi kejadian untuk selanjutnya meminta kementrian terkait menyusun perencanaan pembangunan kembali Pasa Ateh.

Saat meninjau pelaksanaan pembangunan kembali Pasa Ateh yang ditarget selesai akhir Desember ini, Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, menilai pekerjaan salah satu pusat ekonomi kota Bukittinggi itu berjalan baik dan hasilnya pun maksimal. Sehingga juga diharapkan pekerjaan selesai sesuai kontrak dan pedagang dapat berjualan seperti biasa.
Dalam peninjauan itu, Jusuf Kalla juga sempat berdialog dengan perwakilan pedagang yang mempertanyakan terkait kemungkinan pedagang mengagunkan kartu kuning dan keringanan sewa. Menanggapi itu, mantan Wapres itu menjawab dengan tegas, bahwa kebijakan yang diambil saat kejadian musibah lalu, adalah sesegera mungkin dilakukan pembangunan kembali agar pedagang cepat kembali berdagang. Setelah pembangunan selesai pedagang diharapkan dapat mengikuti aturan yang berlaku.

“Silahkan ikuti aturan. Tidak ada yang boleh memperjualbelikan kios. Pedagang nanti menempati Pasa Ateh dengan sistem sewa. Yang penting, Pasar ini dibangun untuk pedagang, pedagang kain, makanan, perhiasan dan lain lain. Bukan berdagang kios,” tegas JK

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengucapkan selamat atas gelar Doktor Honoris Causa yang diterima Jusuf Kalla. Selanjutnya atas nama pemerintah kota Bukittinggi, Wako juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan rekomendasi dari Jususf Kalla untuk pembangunan kembali Pasa Ateh, saat menjabat Wapres pada tahun 2017 lalu.

“Semua juga sudah dijelaskan Pak Jusuf Kalla. Terkait aturannya, bagaimana nanti setelah selesai dibangun kepada perwakilan pedagang. Intinya, pemerintah tidak mungkin merugikan ataupun mempersulit pedagang. Tapi pemerintah akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya, termasuk pedagang, sesuai aturan yang berlaku,” jelas Ramlan.

Wako menambahkan, saat ini 743 pedagang pemegang kartu kuning sudah mendaftar kembali. Selanjutnya dibuka kesempatan untuk pedagang yang sebelumnya menyewa kepada pedagang pemegang kartu kuning. Karena jumlahnya banyak, tentu akan dilotting nantinya.

“Kedepan tidak ada lagi pedagang yang boleh mengontrakkan atau menyewakan tokonya kepada pedagang lain. Jika sudah mendapat kesempatan untuk berdagang di toko Pasa Ateh, silahkan digunakan sendiri. Sementara untuk sewanya, masih belum ditentukan, karena KPKNL akan menetapkan harga sewa setelah bangunan selesai 100%. Nanti setelah selesai, akan ada surat pengelolaan sementara kepada pemerintah daerah. Itu dasarnya nanti untuk memasukkan pedagang ke dalam Pasar,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares