Lubukbasung,kaba12 — Semangat kemanusiaan dan kepedulian kondisi yang dihadapi warga terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam, yang diperlihatkan Tim Lubuk Basung Mengaji (LBM) Peduli dibawah Yayasan Islam Imam Syafei Lubukbasung betul-betul luar biasa.
Bahkan yang mengejutkan, Sabtu, (13/12), Tim LBM Peduli sukses menembus dan menerobos masuk ke wilayah Jorong Patabutuangan, Nagari Lawang, kecamatan Matur, yang sejak awal bencana Kamis, (27/12) lalu terisolasi akibat terjangan longsor.
Bahkan wilayah itu, seakan terkepung oleh dampak bencana, dari di sekeliling wilayah yang menjadi pintu masuk ke Jorong Pabatuangan itu , tertutup oleh longsor dan tebing ambruk, sehingga seluruh akses jalan tersebut.

Saat ini, akses satu-satu baru bisa ditembus dari jalur jalan depan Pasar Bayur, Tanjung Raya menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan dengan jalan kaki.
Koordinator Tim Doni abu Rasyid didampingi Dodi Mulya Putra , Sabtu,(13/12), menyebut terputusnya jalur jalan akibat longsor, menyebabkan kendaraan tidak dapat menjangkau warga di jorong Pabatuangan. Untuk itu, tim LBM Peduli harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari Sawah Rang Salayan sejauh 1,5 KM melalui tanjakan dan lereng gunung yang licin demi memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras, mie instan, telur, sarden, cabe, bawang merah, bawang putih, kentang serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Logistik tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak bencana, ditambah dana cash sebesar Rp 1.500.000 untuk kebutuhan siswa mulai dari TK s/d SLTA yang berjalan kaki setiap hari dari Pabatuangan ke bayur.
Kehadiran tim LBM Peduli yang sukses menembus masuk ke Jorong Pabatungan itu, disambut haru Walijorong Pabatungan, Bayu bersama puluhan warga setempat.

Bayu sangat bersyukur dan memberi apresiasi kepada tim LBM Peduli , yang rela berjalan kaki dengan jalan yang esktrem, “bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan semangat serta rasa aman bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana, “ujarnya.
Disebutkan, selain butuh bantuan sembako dan bahan pokok lain, sat aini di Jorong Pabatungan, tidak bisa mendapatkan air bersih,karena pipanisasi air bersih putus, sehingga masyarakat untuk minum dan berwudhu di masjid menggunakan air hujan yang ditampung.

Jorong Pabatungan sendiri merupakan salah satu wilayah terdampak bencana yang sempat terkepung longsor di berbagai sisi. Setelah warga bersama jajaran TNI-Polri dan relawan bencana menggelar goro membersihkan material longsor dan membuat jembatan darurat, baru jorong itu bisa diakses menuju Pasar Bayur, Tanjung Raya.
(HARMEN)
