Ismunandi Sofyan Duga Ada Pembusukan Dari Dalam Gerindra

Bukittinggi, KABA12.com — Ratusan kader partai gerindra Bukittinggi diisukan banyak mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA), karena kecewa dengan adanya SK kepengurusan baru yang muncul tiba-tiba. Hal ini muncul karena dari dulu, gerindra merupakan partai kader.

Gejolak ini membuat Anggota Fraksi Gerindra Sumbar, Ismunandi Sofyan angkat bicara. Ia mengakui pernah mendengar informasi itu dan memaklumi hal tersebut.

“Karena memang ada kekecewaan dari mereka. Banyak kader yang mengembalikan KTA, namun mereka juga masih menunggu, apakah Gerindra masih partai kader atau tidak. Tapi saya tekankan partai gerindra tidak ada blok-blok, tidak pernah terpecah. Jika ada SK baru dan ditandatangani Ketum dan Sekretaris DPP Gerindra berarti itu pengurusan yang sah. Untuk itu, kita mengakui SK Erman Safar dan tidak membantah kepemimpinannya,” ungkap Ismunandi, saat ditemui sejumlah awak media, di kantor DPC Gerindra Bukittinggi, Minggu (02/08).

Namun demikian, kekecewaan yang muncul, apakah partai gerindra bukan partai kader lagi. Ismunandi juga mengakui, sampai saat ini belum pernah diberi tahu tentanh SK baru itu.

“Sampai hari ini, saya belum pernah diberitahu tentang SK baru itu. Banyak laporan yang timbul, Bukittinggi seolah bergejolak. Namun saya tidak percaya itu. Kami di gerindra ditekankan dari pimpinan Pak Prabowo, kader gerindra harus bersikap santun dan menjaga etika kebersamaan. Selama gerindra di Bukittinggi sejak 2008, kita selalu bersaudara. Tapi dengan kondisi sekarang, mendadak ada SK baru, kepengurusan sudah diganti. Saya sebagai ketua sebelumnya, menilai itu hal yang wajar dan saya ditarik ke provinsi Sumbar sebagai wakil ketua, sehingga ada kekosongan di Bukittinggi,” lanjutnya.

Sebagian besar kader bisa terima kondisi ini, sejak 2008 mereka berjuang untuk partai tanpa digaji, tapi tiba tiba ada SK kepengurusan baru, sehingga banyak yang kecewa dengan hal ini.

“KSB kepengurusan gerindra saat ini bukan dari kader gerindra sebelumnya. Namun saya secara pribadi menilai, Erman Safar korban permainan untuk menghancurkan gerindra. Sepertinya ada penyusup di Gerindra dan ini sedang diselidiki, sehingga Erman Safar terjebak dalam hal ini. Saya nilai ada indikasi pembusukan dari dalam. Ini akan segera diungkap, siapa yang memanfaatkan atau bisa saja memperjualbelikan kursi pimpinan partai. Doakan saya, sebelum 17 Agustus hal ini sudah terungkap. Karena pembentukan kepengurusan partai gerindra baru, setelah dikomunikasikan dengan Ketua BSO Gerindra, Hasyim, beliau belum pernah mendapat laporan ataupun mengeluarkan SK. Ini tentu jadi pertanyaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismunandi mengungkapkan, Erman Safar sudah direkomendasikan partai gerindra sebagai calon kepala daerah Bukittinggi dan hal itu harus di support karena menjalankan perintah partai.

Ia juga tegaskan, koalisi Gerindra-PKS untuk pilkada Bukittinggi, memang belum dipastikan. Karena kepastian itu jika telah keluar surat keputusan.

“Jadi belum ada kepastian tentang itu. Kita tunggu SK dari DPP,” ungkap Ismunandi.

(Ophik)

0Shares