Isi Masa Libur Sekolah, Puluhan Remaja di Jorong Bancah Ikuti Pendidikan Surau

Maninjau, KABA12 — Puluhan remaja di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mengikuti kegiatan pendidikan surau di Masjid Ummul Qura selama masa libur sekolah semester genap.

Kegiatan ini diikuti oleh remaja siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Selama kegiatan, mereka mengikuti aktivitas seperti mengaji, shalat maghrib, isya dan subuh berjamaah. Selain itu, mereka juga melakukan aktivitas kesenian seperti batambua, dan silek galombang pada malam hari.

Salah seorang guru pembina, Rudi Yudistira menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan surau ini telah berlangsung sejak tahun lalu, dan kini masih dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun ini.

Ia menyebut, kegiatan yang diadakan oleh pengurus masjid ini diselenggarakan selama masa libur sekolah untuk memanfaatkan waktu luang siswa. Untuk mendampingi para remaja dalam kegiatan itu, berbagai unsur di jorong setempat ikut berkolaborasi menjadi guru pembina.

“Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dari berbagai unsur di Jorong Bancah termasuk pemuda, niniak mamak, mubaligh muda, pengurus masjid dan wali jorong. Total, ada 10 pembina yang terlibat dalam kegiatan pendidikan surau itu,” ujarnya kepada KABA12, Senin (1/7).

Selain melakukan pendidikan surau di masjid, para remaja itu juga melanjutkan kegiatan berolahraga di lapangan sepak bola Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang. Aktivitas olahraga itu dilakukan setelah mereka melakukan shalat subuh berjamaah.

“Kegiatan ini telah terlaksana pada Sabtu dan Minggu kemarin yang diikuti sebanyak 25 orang remaja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan berlangsung setiap satu kali sepekan. Rencananya pada Minggu depan, mereka merencanakan kegiatan baru berupa pasambahan, pidato adat, sumbang 12, dan penguatan nilai sopan santun dalam budaya Minangkabau.

Melalui kegiatan ini orang tua dari peserta sangat diharapkan untuk aktif terlibat dalam mendukung anak-anak mereka mengikuti kegiatan pendidikan non-formal di masjid. Sehingga para remaja itu dapat terhindar dari pengaruh buruk pergaulan bebas, dan penggunaan teknologi informasi yang tidak terkontrol.

“Dengan demikian, masa libur sekolah anak tidak hanya dimanfaatkan untuk bersantai, tetapi juga untuk menambah pengetahuan agama dan memperkuat nilai-nilai tradisional Minangkabau,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares