Maninjau, KABA12 — Kelompok Tani Suka Maju bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Taman Siswa Padang meluncurkan program inovatif bertanam padi apung di Danau Maninjau.
Inisiatif ini merupakan terobosan pertama di Danau Maninjau dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk penyelamatan danau yang saat ini menghadapi masalah pencemaran.
Pengembangan teknologi padi apung tersebut dilaksanakan di perairan Danau Maninjau di Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Peneliti Teknologi Padi Aquabiofilter Universitas Tamansiswa Padang, Prof Dr Muhammad Zulma Harja, menyampaikan bahwa program ini mengadopsi teknologi aquabiofilter dengan memanfaatkan rakitan bambu untuk menanam padi di atas permukaan air danau.
Ia menyebut, inovasi ini telah mendapat dukungan dari Kemendikbud Ristek untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan pertanian padi sambil mengurangi kandungan nitrogen berlebih di danau.

Nitrogen yang berasal dari sisa pakan ikan di danau berpotensi merusak kualitas air dan kesehatan ikan. Namun, nitrogen ini juga bisa dimanfaatkan sebagai nutrisi bagi tanaman padi.
“Pengelolaan padi apung menggunakan bahan alami, seperti bambu dan kapas, untuk memastikan sistem tetap stabil dan tidak hanyut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan keramba kosong milik salah satu anggota kelompok tani di,” katanya.
Ia mengatakan, para peneliti akan mengukur efisiensi penyerapan nitrogen dari tiga jenis varian padi yaitu Inpara Sembilan (pulen), Putiah Kusuik (padi lokal), dan Toyo Harum (hasil kawin silang padi lokal dengan pulen).
Ia menambahkan, kapasitas Danau Maninjau saat ini telah melebihi batas ideal dengan 17 ribu petak keramba jaring apung (KJA). Jumlah ini jauh lebih banyak dari kapasitas optimal yakni 6 ribu petak.
“Kondisi ini jelas memperparah pencemaran danau akibat pakan ikan kimiawi yang mencapai 15 ton per hari, dan berdampak negatif pada kualitas air bahkan menyebabkan kematian ikan di keramba jaring apung,” sebutnya.
Pihaknya berharap melalui pengembangan teknologi padi apung ini, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pencemaran dan menjaga keberlangsungan ekosistem Danau Maninjau.
“Pengembangan padi apung diharapkan bisa menjadi salah satu upaya penyelematan Danau Maninjau dari masalah pencemaran,” jelasnya.
(Bryan)
