Bukittinggi, KABA12.com — Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan se- Kota Bukittinggi sudah mulai dilaksanakan sejak awal pekan pertama hingga pertengahan pekan kedua bulan Februari tahun 2020. Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Bukittinggi menjadi leading sector yang bertanggung jawab memfasilitasi kegiatan Musrenbang tersebut sampai tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Bukittinggi.
Sebagaimana diketahui bahwa pada setiap prosesi Musrenbang menggunakan berbagai pendekatan, yaitu pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, atas-bawah dan bawah-atas untuk menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang baik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat dilaksanakan.
Ibnu Asis, selaku anggota Komisi II DPRD Kota Bukittinggi, mengapresiasi penyelenggaraan Musrenbang yang dilaksanakan tepat waktu, sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 54 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Bahkan, Ibnu Asis juga menyempatkan diri untuk hadir dalam musrenbang Kelurahan Garegeh, Rabu (05/02).
“Alhamdulillah kita bersyukur bahwa pelaksanaan Musrenbang tahun ini lebih baik dan di awal waktu. Hal ini menjadi bukti keseriusan dan kesungguh-sungguhan semua pihak untuk mengawal prosesi perencanaan pembangunan ini secara lebih matang dan mantap,” ujarnya.
Di samping itu, politisi PKS ini juga memberi penghargaan atas kinerja total Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) pada masing-masing Kelurahan yang telah mempersiapkan dan memfasilitasi beragam usulan masyarakat untuk kelanjutan perencanaan kegiatan pembangunan pada bidang Infrastruktur, bidang Perekenomian dan Kesejahteraan Rakyat dan bidang Sosial dan Kebudayaan.
“LPM secara kelembagaan berikut personalianya telah memberikan kontribusi yang sangat positif dan berarti bagi pelaksanaan Musrenbang di tingkat Kelurahan-kelurahan se-Kota Bukittinggi,” ungkapnya.
Disinggung terkait keseluruhan materi muatan dan usulan kegiatan Musrenbang kali ini, Ibnu Asis memaparkan bahwa hampir 50 persen usulan kegiatan Musrenbang masih didominasi oleh perencanaan pembangunan di bidang infrastruktur. 30 persen usulan perencanaan pembangunan di bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan selebihnya, 20 persen lagi usulan perencanaan pembangunan di bidang Sosial dan Kebudayaan.
“Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum, saat ini masyarakat kita masih membutuhkan dan mengharapkan pembangunan di bidang infrastruktur dari pada 2 (dua) bidang yang lainnya,” jelasnya.
Kedepan tentu diharapkan, adanya upaya yang optimal dari semua stakeholder tanpa terkecuali untuk menghadirkan proporsionalitas dan keseimbangan pembangunan pada ketiga bidang yang menjadi fokus perencanaan pembangunan. Hal ini berarti, bahwa tidak ada satu bidang pun yang mendominasi, baik dari sisi perencanaan maupun dari sisi penganggaran. Karena “keseimbangan” perencanaan pembangunan yang dimaksud, merupakan cerminan akan muncul dan hadirnya “keadilan” pada semua sektor pembangunan di Kota Wisata tercinta ini.
“Maka jika situasi dan kondisi ideal ini terjadi, sesungguhnya kita sedang berusaha mengaplikasikan pesan penting yang menjadi nafas utama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, ‘Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya’,” jelas Ibnu.
(Ophik)
