Inflasi Tinggi Dipicu Tarif Angkutan Umum dan Barang

Bukittinggi, KABA12.com — Beberapa hari terakhir, beredar informasi Bukittinggi kota dengan inflasi tertinggi se Indonesia. Hal ini cukup menyita perhatian, pasalnya banyak upaya yang dilakukan Pemko Bukittinggi untuk menekan laju inflasi.

Asisten II Setdako Bukittinggi, Rismal Hadi, menjelaskan, bahwa data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pusat, tanggal 3 Oktober 2022, inflasi Bukittinggi berada pada angka 1,87 persen. Data tersebut adalah angka inflasi yang terjadi selama September 2022.

“Kenaikan dominan terjadi pada sektor transportasi. Sementara untuk masalah makanan, pangan dan lainnya relatif stabil. Memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan,” jelas Rismal.

Asisten II menambahkan, inflasi di Bukittinggi terjadi karena kenaikan transportasi umum dan transportasi barang. Hal ini merupakan dampak dari kenaikan harga BBM.

“Pemko Bukittinggi belum ada mengeluarkan persetujuan untuk menaikkan tarif transportasi ini. Koperasi angkutan umun memang sudah ajukan kenaikan tarif ke Pemko. Namun, pemko masih lakukan kajian,” tegasnya.

Kenaikan secara resmi, lanjut Rismal, tentu harus melalui Perwako. Tapi kenyataan di lapangan mungkin sudah ada para sopir angkot yang telah menaikkan tarif.

(Harmen/*)

0Shares