Inflasi Bukittinggi Terus Ditekan Jauh di Bawah Rata- Rata Nasional

Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju inflasi. Terhitung hingga Juli 2023, lanju inflasi tahunan Kota Bukittinggi berada di angka 2,47 persen, di bawah rata rata nasional 3,08 persen.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, selaku Wakul Ketua TPID, didampingi Kabag Perekonomian Setdako Ahda Hidayat, menjelaskan, saat ini dunia masih sedang sedang krisis multidimensi, yang terjadi pada saat bersamaan dengan kompleksitas yang tinggi. Dunia masih dihadapkan pada tantangan dan krisis akibat perang (konflik Rusia — Ukraina), krisis akibat perubahan iklim, krisis akibat kenaikan harga komoditas dan krisis akibat tingginya biaya hidup (living cost). Hal ini dapat menjadi faktor pendorong kenaikan inflasi global.

“Kita di Indonesia, melalui masing masing daerah, termasuk Kota Bukittinggi sendiri, tentu berupaya menekan laju inflasi ini. Seluruh pihak bergerak, agar ekonomi masyarakat tidak terganggu dengan yang namanya inflasi,” ujar Marfendi, dpaam rakor pengendalian inflasi secara daring, di BCC Bukittinggi, Senin (21/08).

Faktor libur sekolah bulan Juli lalu, banyak aktivitas perdagangan pakaian. Sehingga laju inflasi Kota Bukittinggi sedikit mengalami kenaikan 2,47 perse. Sementara pada bulan Juni 2023 lalu, lanju inflasi Bukittinggi berada di angka 2,34 persen. Namun jauh di bawah rata rata nasional yang berkisar pada angka 3,08 persen.

“Alhamdulillah sejak tiga bulan terakhir, mulai bulan Mei hingga Juli 2023, laju inflasi Kota Bukittinggi makin menurun dan selalu berada di bawah rata rata nasional. Ini akan terus dipertahankan. Upaya upaya akan dilakukan bersama seluruh TPID Kota Bukittinggi,” jelasnya.

(Harmen)

0Shares