Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam Dr.Andri warman paparkan protensi luar biasa yang dimiliki kabupaten Agam, khususnya dalam bidang pariwisata dalam Investment Projec Ready to Offer (IPRO) dalam pertemuan West Sumatera Investment Forum 2023 (WSIF 2023) di Aston Denpasar Hotel dan Convention Center Denpasar, Bali, Senin (11/9).
Kegiatan yang digelar Pemprov.Sumbar bekerjasama dengan Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumbar mengangkat tema “Green Investment for Sustainable Tourism” yang bertujuan mendorong pertumbuhan investasi di seluruh daerah di Sumbar.

Seperti disebutkan Audy JoinaldyWakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, penyelenggaraan WSIF di Bali bertujuan untuk memperkenalkan potensi dalam program Investment Projec Ready to Offer (IPRO) Sumatera Barat ke Kadin Bali dan mitra pengusaha di Bali. WSIF 2023 yang juga dibantu oleh Perwakilan Bank Indonesia Bali, PHRI, HIPMI dan Kadin Bali ini, turut menghadirkan sejumlah pengusaha dan calon investor lokal maupun mancanegara. Antara lain dari USA, Kanada, Russia, Filipina, Malaysia, hingga Afrika Selatan.
Wakil Gubenur Sumbar Audy Joinaldy bersama empat Bupati masing-masing Bupati Agam, Bupati Pasaman Bupati Pesisir Selatan dan Bupagti Kabupaten Kepulauan Mentawai, diberi kesempatan untuk memaparkan potensi investasi di kabupaten masing-masing.

Sementara Dr.Andri warman,Bupati Agam, dalam presentasinya sesuai relis yang disebarkan Diskominfo Agam menyebutkan potensi luar biasa yang dimiliki Kabupaten Agam khususnya di sektor pariwisata, yang saat ini tengah didorong untuk terus tumbuh dan berkembang.
Dijelaskan Andri warman, Kabupaten Agam dengan keragaman potensi wisata yang lengkap, mulai dari laut, danau, gunung, lembah, pebukitan dan potensi lain, sangat menjanjikan untuk dikembangkan, terutama jika kalangan investor berperan maksimal.
Ditambahkan, beberapa program prioritas untuk mendorong pengembangan potensi wisata daerah yang tengah dilakukan Pemkab.Agam saat ini, diantaranya pembangunan Masjid Sirah di Muaro Mati, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutaira yang diharapkan menjadi ikon wisata religi Sumbar, termasuk berbagai sarana lain yang dibangun sebelumnya.
Bupati Agam itu menawarkan dua proyek investasi kepada calon investor yakni Taman Safari di Canduang dan pengembangan kawasan wisata Danau Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya, dan beberapa program lain, yang diyakini akan dengan cepat berkembang jika digarap dengan baik, mengingat ada 4 faktor keunggulan berinivestasi di kabupaten Agam.

Dijelaskan, 4 faktor itu masing-masing proyek tersebut merupakan program unggulan yang sudah tercantum di RPJMD serta didukung RTRW, Pemkab.Agam berkomitmen meningkatkan infrastruktur akses objek wisata dengan pengalokasian anggaran yang cukup besar tiap tahu, kondisi geografis Agam yang berada di kawasan strategis dan menguntungkan dari segi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta fasilitas penyediaan lahan, penghapusan pajak/retribusi daerah, fasilitasi perizinan, penyiapan data dan informasi, dan ketersediaan naker.
“Konkritnya kami bersama Kadisparpora dan Kadis PMPTS akan mengadakan pertemuan langsung ( one-one meeting) dengan investor untuk menjelaskan lebih rinci terkait dengan potensi yang ada, bahkan siap mengundang investor untuk survei ke kabupaten Agam,” jelas Andri warman meyakinkan.-
Saat ini, Pemkab.Agam tengah mendorong pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari pengelolaan potensi wisata yang seiring dengan kegiatan UMKM, yang mulai memperlihatkan kemajuan yang signifikan di berbagai wilayah, khususnya di kawasan wisata.
-HARMEN-
