Idul Fitri, Harga Daging Stabil di Rp150 Ribu, Pemotongan Ternak di Agam Turun

Lubukbasung,kaba12 — Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Kabupaten Agam, jumlah pemotongan hewan ternak untuk kebutuhan daging konsumsi diprediksi menurun. Trend penurunan ini, sudah terjadi sejak dua tahun terakhir, yang diduga masih imbas dari pandemic covid19 yang menjarah kondisi ekonomi warga.

Kondisi itu, juga dampak tidak lagi menguatnya tradisi “barantam”ditengah masyarakat, sehingga pembelian sapi potong dan pedaging relative menurun, yang diduga dampak semakin sulitnya kondisi ekonomi masyarakat di beberapa level.

Namun pantauan kaba12, kondisi trend penurunan jumlah pemotongan ternak justru kontradiktif dengan pantauan di lapangan, dimana terlihat terjadi lonjakan luar biasa kunjungan warga ke berbagai pusat perbelanjaan dan psar tradisional dalam sepekan terakhir menjelang lebaran.

Terkait prediksi penurunan jumlah pemotongan ternak untuk kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah disebutkan Ir.Arief Restu, Msi, Kadinas. Pertanian Agam menjawab kaba12 di Lubukbasung.

Dijelaskan Arief Restu, sesuai data yang dihimpun petugas peternakan Distan Agam di lapangan, diprediksi jumlah pemotongan ternak di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah mencapai 649 ekor, mengalami penurunan sekitar 1,96 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 662 ekor.
Jumlah pemotongan ternak tahun 2024, justru lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai 677 ekor sapi yang disembelih warga untuk memenuhi konsumsi daging selama Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Ditambahkan Arief Restu, mayoritas kecamatan di Kabupaten Agam mengalami penurunan dalam hal pemotongan ternak, termasuk di kecamatan Lubukbasung yang selalu mencatatkan rekor jumlah pemotongan ternak yang tahun ini mencapai 311 ekor, menurun 2,96 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 320 ekor, termasuk di Tanjung Mutiara yang tahun ini diprediksi 92 ekor, sementara tahun lalu mencapai 93 ekor.

“Diprediksi pemotongan ternak dalam bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah, mayoritas kecamatan mengalami penurunan. Mungkin dampak berbagai factor, yang saat ini masih ditelusuri oleh tim kita, “ jelas Kadinas Pertanian Agam itu.

Terkait dengan harga pasar daging di seluruh wilayah Kabupaten Agam, ditegaskan Arief Restu stabil di posisi Rp.150.000 per kg dengan harga jual ternak per ekor kisaran Rp 30 juta-35 juta per ekor.

Kadistan Agam itu menegaskan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan di lapangan, termasuk proses pemotongan di rumah potong hewan, yang menjadi perhatian serius pemerintah di berbagai aspek.

“Seluruh personil kita masih terus memantau aktivitas pasar di lapangan, termasuk di pasar ternak dan RPH, untuk menjamin ketersediaan pasokan daging, stabilitas harga termasuk kualitas daging , “tegas Arief Restu lagi.

(HARMEN)

0Shares