Ide Camat IV Koto-Walinagari Balingka Olah Sampah Gunakan Belatung Lalat Tentara Hitam

Balingka, kaba12.com — Camat IV Koto Eko Espito bersama Armen, Walinagari Balingka, kecamatan IV Koto, buat terobosan baru dengan menjajaki kerjasama pengolahan sampah menjadi pupuk organik menggunakan belatung lalat tentara hitam atau yang dikenal dengan maggot Black Soldier Fly (BSF).

Untuk menjajaki kerjasama tersebut,terutama dalam pengelolaan sampah, BUMNag Nagari Balingka saat ini baru bisa mengumpulkan sampah masyarakat nagari dan membuangnya ke Payakumbuh, sehingga muncul pemikiran untuk memanfaatkan sampah menjadi potensi pupuk yang berguna.

Camat IV Koto Eko Espito, menjawab kaba12.com, menyebutkan pihaknya mengarahkan salah satu bidang usaha BUMNag Nagari Balingka, yaitu pengelolaan sampah untuk dapat ditingkatkan dengan pengolahan, sehingganya bisa menghasilkan pupuk organik, dan sampah masyarakat bisa menghasilkan uang. Kalau sudah diolah, sampah masyarakat akan dibeli oleh BUMNag.

Disebutkan, pihaknya memfasilitasi Nagari Balingka untuk melakukan kerjasama dengan pihak yang telah berpengalaman dalam pengolahan sampah dengan maggot Black Soldier Fly (BSF), karena pengolahan sampah tersebut dengan memelihara maggot black soldier fly, yang cukup bagus dan efektif untuk mengatasi sampah organik.

Ditambahkan Eko Espito, ternak belatung BSF untungnya bisa beragam,selain akan bisa membuat sampah organik di rumah bisa terurai dan bisa menghasilkan pupuk cair organik hayati bahkan juga bisa jadi pakan ikan, bahkan sangat disukai ayam.

Belatung BSF sangat cepat mengurai sampah, dibanding menggunakan cacing tanah. Belatung lalat tentara hitam ini sangat cepat kerjanya. Kalau wadahnya agak besar, misalnya ember ukuran 60 liter, sudah bisa mengurai sampah 50 kg hanya dalam empat hari.

“ Untuk tahap awal ini, kita baru olah sampah yang ada di Nagari Balingka, kedepannya akan kita kumpulkan seluruh sampah rumah tangga se Kecamatan IV Koto untuk diolah oleh BUMNag Balingka, karena sampah merupakan persoalan diseluruh nagari di Kecamatan IV Koto, “ ujar Ekko Espito.

Camat IV Koto itu mengaku optimis, pengolahan sampah tersebut akan memberi efek berganda yang positif untuk masyarakat, tidak hanya akan mengatasi masalah sampah, tapi juga akan memberi dampak ekonomi bagi seluruh masyarakat.

HARMEN

0Shares